Aktivitas Ini Bisa Melatih Jiwa Kepemimpinan Anak

27 Mei 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Banyak anak-anak menampakkan jiwa kepemimpinannya dalam pergaulan sehari-hari di sekolah. Misalnya, saat berjalan bersama teman-temannya ia selalu ingin berada di urutan paling depan, suka memerintah teman yang lain layaknya komandan, dan banyak contoh lainnya. Jiwa kepemimpinan memang bukan hal yang buruk bagi anak. Namun akan menjadi kurang baik bila anak-anak menjadi memiliki sifat yang otoriter, mau menangnya sendiri, dan tidak mau disalahkan. Ada banyak kegiatan di sekolah yang bisa kita gunakan menjadi media melatih jiwa kepemimpinan anak.

1. Memimpin Upacara

Guru sering menunjuk anak-anak yang tertentu sebagai pemimpin upacara. Biasanya anak yang memiliki kecerdasan menonjol dan terlihat tegas. Padahal anak-anak lain juga perlu belajar. Akan lebih baik bila kita menunjuk anak-anak yang belum pernah menjadi pemimpin upcara, supaya setiap anak terlatih untuk bisa tampil di depan publik dan memimpin teman-teman yang lain. Perlu usaha yang lebih keras memang untuk melatih anak-anak yang belum terbiasa menjadi pemimpin upacara. Namun disinilah kepiawaian kita dalam mendidik anak juga akan terlatih.

2. Menjadi Ketua Kelas

Menjadi seorang ketua kelas biasanya adalah posisi yang paling diidamkan oleh setiap siswa. Karena anak-anak akan merasa bangga menjadi ketua kelas. Namun kita juga perlu mendidik mereka, bahwa tugas ketua kelas tidak hanya menjadi pemimpin bagi teman-teman lainnya, namun tugas ketua kelas juga melayani teman-temannya. Maka kita perlu memberikan tugas kepada ketua kelas untuk membagi buku teman-teman yang telah dikoresksi, menghapus papan tulis, dan tanggung jawab lainnya yang bersifat melayani.

3. Menjadi Ketua Dalam Kerja Kelompok

Selain kita perlu menggilir anak didik kita untuk menjadi seorang ketua kelas, kita juga perlu menggilir anak-anak didik kita untuk menjadi ketua dalam tugas kelompok. Terkadang anak-anak yang terlihat pendiam dan tertutup akan menampakkan jiwa kepemimpinan mereka dalam tugas kelompok. Anak-anak yang seperti ini perlu dimotivasi saat bisa memimpin dengan baik dalam kelompok kecil. Berikan pujian pada anak-anak yang pemalu dan tertutup bila mereka bisa memimpin teman-temannya dengan baik dalam mengerjakan tugas kelompok. Kita bisa mencalonkan anak-anak yang baik dalam memimpin kelompok kecil sebagai ketua kelas.

4. Saat Berolahraga

Anak-anak paling suka kegiatan ini. Kegiatan yang tergolong santai dan berisi aktivitas yang menyenangkan. Kita bisa menggunakan ajang ini untuk melatih jiwa kepemimpinan anak. Misalnya dengan meminta anak didik kita memimpin pemanasan, memimpin teman-temannya membentuk barisan yang rapi, dan menjadi kapten dalam pertandingan sepak bola.

5. Tampil di Depan Kelas

Kegiatan tampil di depan kelas dipercaya bisa melatih jiwa kepemimpinan anak. Karena biasanya anak-anak dengan talenta tertentu akan lebih terlihat percaya diri saat mereka bisa menampilkan suatu pertunjukkan tertentu yang sesuai dengan talenta mereka. Itulah yang biasa disebut sebagai karisma. Jiwa kepemimpinan bisa tumbuh saat mereka terlihat percaya diri di depan publik, karena mereka menampilkan sesuatu yang benar-benar menjadi keistimewaan mereka. Dalam pelajaran kita juga bisa menyisipkan kegiatan yang berbau tampil di depan kelas. Misalnya melakukan presentasi, bercerita, bernyanyi dan lainnya.

6. Melatih Kemandirian

Seorang pemimpin harus pandai "mengurusi" orang lain. Namun bagaimana bisa seseorang yang tidak bisa mengurusi dirinya sendiri menjadi pemimpin yang baik. Dalam hal ini kita juga perlu melatih kemandirian anak dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya bila ada anak yang tali sepatunya lepas kita hanya perlu mengingatkan saja, dan biarkan anak didik kita mengikatkan tali sepatunya sendiri. Yang terpenting saat keadaan mendesak, saat kita perlu memberikan pertolongan, kita tidak hanya terkesan membantu saja, namun juga memberikan petunjuk atau bimbingan. Misalnya di dalam kasus anak yang tidak bisa mengikatkan tali sepatunya kita bisa membantu mengikatkan tali sepatunya, namun tetap memberikan bimbingan dan petunjuk cara menngikat tali sepatu. Agar suatu hari ia bisa mengikat tali sepatu secara mandiri.

7. Saat Berkonflik dengan Teman

Seorang pemimpin bisa memberikan solusi untuk setiap permasalahan yang dihadapi oleh anak buahnya. Maka sebagai guru, kita juga perlu melatih mereka untuk bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri. Misalnya saat berkonflik dengan teman. Ada kalanya kita memberikan kesempatan pada anak-anak didik kita yang sedang berselisih untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kita hanya perlu mendampingi saja dan mengingatkan agar mereka menyelesaikan perselisihan mereka dengan baik, kekeluargaan, dan kesabaran.

Kepemimpinan tidak hanya identik dengan menjadi orang nomor satu atau terdepan. Namun kepemimpinan juga identik dengan suatu pelayanan dan pengabdian. Maka pembentukan karakter anak sejak dini sangat perlu. Agar selain menjadi anak yang percaya diri dan bisa tampil hebat di depan banyak orang, namun juga bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak lainnya. Agar anak-anak didik kita kelas bisa menjadi pemimpin yang tidak hanya disegani karena ketegasnnya dan ketepatannya dalam membuat keputusan, namun juga dicintai, karena sifat-sifatnya yang baik.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)