Sejarah Singkat Olahraga Tolak Peluru

Tolak peluru merupakan cabang olahraga atletik yang memerlukan kekuatan mendorong ‘peluru’ berbentuk bola dengan salah satu tangan dari sisi bahu.

Pengen tahu bagaimana sejarah cabang olahraga tolak peluru ini bisa menjadi olahraga yang cukup populer di even-even internasional?

Ini dia sejarahnya yang mungkin ingin Kamu telusuri!

Tentang Olahraga Tolak Peluru

Buat kamu yang ingin memahami tentang olahraga tolak peluru berikut kakak buatkan rangkuman mengenai pengertian olahraga ini:

Tolak peluru dilakukan dengan mendorong peluru sejauh mungkin ke satu titik. Olahraga tolak peluru ini dapat diikuti oleh peserta pria dan wanita dengan pembedaan kategori lomba.

Di Indonesia sendiri olahraga tolak peluru ini juga diikutkan dalam perlombaan dari tingkat junior sampai profesional seperti pada even Kejuaraan Nasional, Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

Berat dan bahan Peluru yang Digunakan

Berat peluru yang didorong disesuaikan dengan jenis perlombaan (turnamen) dan peserta yang mengikuti. Pada perlombaan profesional digunakan jenis peluru dengan berat 7,26 kilogram untuk pria dan 4 kilogram untuk wanita. Namun menurut sacindonesia berat ini pun masih dapat disesuaikan yaitu misalnya 5 kilogram untuk pria dan 3 kilogram untuk wanita, untuk kelas junior.

Bahan peluru yang digunakan dalam olahraga tolak peluru terbuat dari campuran besi dan kuningan yang padat.

Kondisi Area Tolak Peluru

Lingkaran area tolak peluru harus berdiameter 2.135 meter.

Pada bagian luar area yang membatasi lingkaran terbuat dari bahan baja, besi atau lainnya yang disesuaikan.

Bagian dalam lingkaran berbahan beton, aspal atau bahan lain yang tidak licin. Permukaan area di dalam lingkaran posisinya lebih rendah 20 mili meter dibanding area di luar tepi lingkaran.

Stop board merupakan pembatas area lemparan dan lingkaran yang terbuat dari kayu. Stop Board memiliki panjang 1.22 meter, lebar 114 milimeter dengan tinggi 100 milimeter.

Asal Mula Sejarah Tolak peluru

Awal mula olahraga ini adalah dari orang-orang yang berjuang dalam pertempuran menggunakan batu yang dilemparkan dengan cara dilontar dengan tangan. Kemudian berkembang menjadi bagian dari Olympiade kuno Yunani abad ke-6 SM dalam bentuk yang berbeda dari sekarang.  

Selanjutnya dalam bentuk modern olahraga tolak peluru menjadi populer di Skotlandia pada abad ke-19 dalam kompetisi Highland Games yang biasanya diikuti oleh pria. Kompetisi ini menyediakan bahan untuk dilempar berupa batu, kubus atau logam.

Pada kategori putra, pada tahun 1896 olahraga tolak peluru diadakan di pada Olympiade modern untuk kategori putra. Sedangkan untuk kategori wanita baru masuk Olympiade pada tahun 1948.

Cabang olahraga ini dikuasai oleh AS yang selalu meraih medali emas di setiap kompetisi sejak 1896 sampai 1968.

Gaya-gaya Tolak Peluru

Gaya Spin

Merupakan gaya yang menggunakan perputaran 360 derajat sebelum melontar peluru. Gaya ini menjadi gaya yang secara dominan digunakan oleh atlit profesional.

Gaya O’brien

Gaya ini ditemukan atlet dari AS Parry O’brien di tahun 1951. Pada gaya ini atlet wajib memutar 180 derajat ke depan serta mendorong peluru ke titik sasaran.

Gaya Ortodox

Gaya ini sangat cocok dipraktekkan bagi pemula. Pelontar hanya perlu memposisikan badan menyamping di area lingkaran, setelah posisi pas pada area pangkal leher, peluru dilepas ke titik sasaran.

edwinls

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *