Sejarah Olahraga Beladiri Taekwondo

Taekwondo adalah salah satu olahraga beladiri yang berasal dari Korea. Namanya berasal dari tiga kata Korea: “Tae” (kaki), “Kwon” (tangan), dan “Do” (jalan atau seni). Dengan demikian, Taekwondo secara harfiah berarti “jalan kaki dan tangan.”

Sejarah Taekwondo dapat ditelusuri kembali ke masa ribuan tahun yang lalu, tetapi bentuk modern dari olahraga ini berkembang pada abad ke-20.

Asal mula Taekwondo berakar pada berbagai beladiri tradisional Korea seperti Subak dan Taekkyon, yang telah ada sejak masa Tiga Kerajaan (Goguryeo, Silla, dan Baekje) sekitar 50 SM hingga 935 M. Selama periode ini, teknik-teknik dasar yang menekankan pada tendangan dan pukulan dikembangkan dan digunakan oleh para prajurit untuk melatih ketangkasan dan kekuatan fisik.

Namun, Taekwondo modern seperti yang kita kenal sekarang mulai berkembang setelah Perang Dunia II. Pada tahun 1945, setelah Korea merdeka dari penjajahan Jepang, berbagai perguruan beladiri yang berfokus pada teknik pukulan dan tendangan muncul di Korea.

Choi Hong Hi, seorang jenderal militer Korea, dianggap sebagai salah satu tokoh utama dalam pengembangan Taekwondo modern. Pada tahun 1955, Choi Hong Hi bersama dengan beberapa ahli beladiri lainnya meresmikan nama “Taekwondo” untuk menyatukan berbagai gaya dan aliran beladiri yang ada di Korea.

Taekwondo mengalami perkembangan pesat pada dekade berikutnya dan mulai menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1973, World Taekwondo Federation (WTF) didirikan untuk mengatur standar dan pertandingan Taekwondo internasional.

Sejak saat itu, Taekwondo menjadi semakin populer dan diakui secara global sebagai olahraga kompetitif. Taekwondo pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade pada tahun 2000 di Sydney, Australia, dan terus menjadi bagian dari Olimpiade hingga sekarang.

Selain aspek fisik, Taekwondo juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti disiplin, hormat, dan pengendalian diri. Ini menjadikan Taekwondo bukan hanya sebagai olahraga beladiri, tetapi juga sebagai cara untuk mengembangkan karakter dan moral.

Saat ini, Taekwondo dipraktikkan oleh jutaan orang di lebih dari 200 negara. Dengan filosofi yang menggabungkan teknik fisik yang kuat dengan pengembangan mental dan spiritual, Taekwondo telah menjadi salah satu beladiri paling populer di dunia. Melalui kejuaraan dunia, pelatihan reguler, dan partisipasi di Olimpiade, Taekwondo terus berkembang dan mempengaruhi generasi baru praktisi beladiri di seluruh dunia.

edwinls

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *