Pembulatan dan Penaksiran Bilangan Bulat, Matematika Kelas V SD

11 Januari 2017 Tutorial Matematika


Pembulatan bilangan adalah suatu proses mengurangi cacah bilangan ke bilangan yang terdekat. Pembulatan akan membantu dalam proses perhitungan, tetapi memiliki kelemahan bahwa hasil perhitungan tersebut akan memiliki selisih dari perhitungan awal, sehingga kurang akurat.

Pada proses pembulatan, memiliki ketentuan bahwa:
1. Bilangan desimal yang memiliki angka dibelakang koma kurang dari 5maka dibulatkan ke bilangan terdekat dibawahnya.
Misal: 2, 3 maka dibulatkan ke 2.

2. Bilangan desimal yang memiliki angka dibelakang koma lebih atau sama dengan 5 maka dibulatkan ke bilangan terdekat diatasnya.
Misal: 2, 7 maka dibulatkan ke3.

3. Bilangan yang memiliki angka terakhir kurang dari 5maka dibulatkan ke bilangan terdekat dibawahnya.
Misal: 101 maka dibulatkan ke100.

4. Bilangan yang memiliki angka terakhir lebih atau sama dengan 5 maka dibulatkan ke bilangan terdekat di atasnya.
Misal: 108maka dibulatkan ke 110.

Contoh pembulatan:
a. 5, 1 x 2
Pada perhitungan tersebut 5, 1 dapat dibulatkan menjadi 5, karena lebih mendekati 5dibandingkan ke 6. Sehingga perhitungan tersebut menjadi 5 x 2, dapat dilihat bahwa perhitungan jadi lebih mudah yaitu 5 x 2, tetapi perhitungannya memiliki selisih, dimana awal perhitungan 5, 1 x 2 = 10,2sedangkan setelah pembulatan menjadi 5 x 2 = 10, jadi terdapat selisih 0, 2.

b. 2, 8 x 5
Karena bilangan desimal 2, 8 lebih dekat ke angka 3dibandingkan ke angka 2maka dapat dibulatkan menjadi 3, sehingga menjadi 3 x 5. Perhitungan tersebut menjadi lebih mudah dikerjakan dibanding ketika masih bentuk desimal. Tetapi perhitungan tersebut juga memiliki selisih, dimana ketika 2, 8 x 5 = 14 dan 3 x 5 = 15, jadi memiliki selisih1.

c. 13 x 4
Dapat di sederhanakan menjadi 10 x 4, karena 13lebih dekat ke angka 10dibandingkan ke 20, sehingga menjadi 10 x 4. Perhitungan tersebut memiliki selisih, dimana pada awal perhitungan 13 x 4 = 52menjadi 10 x 4 = 40, jadi memiliki selisih yang cukup besar yaitu 12, sehingga perhitungan tersebut kurang akurat.

d. 19 x 4
Dapat di sederhanakan menjadi 20 x 4, karena 19lebih dekat ke angka 20 dibandingkan ke 10, sehingga menjadi 20 x 4. Perhitungan tersebut memiliki selisih, dimana pada awal perhitungan 19 x 4 = 76menjadi 20 x 4 = 80, jadi memiliki selisih yang cukup besar yaitu 4, sehingga perhitungan tersebut kurang akurat.
Penaksiran bilangan adalah proses memperkirakan suatu hasil jawaban dengan cara pembulatan kedua angka yang diberi operasi perhitungan. Hasil suatu penaksiran biasanya diawali dengan kata-kata "Kira-kira", "Kurang lebih", "sekitar". Sama seperti pembulatan, penaksiran bilangan bukan suatu proses yang akurat, karena hasinya akan memiliki selisih.

Contoh penaksiran:
a. 203 + 109
Maka dapat dilakukan pembulatan menjadi 200 + 110, sehingga hasil operasi penjumlahan bilangan tersebut kira-kira sama dengan 200 + 110 = 310. perhitungan tersebut memiliki selisih, dimana seharusnya 203 + 109 = 312, sehingga memiliki selisih 2.

b. 108 x 11
Dapat dilakukan pembulatan menjadi 110 x 10, sehingga hasil operasi perkalian tersebut kira-kira sama dengan 110 x 10 = 1100. perhitungan tersebut memiliki selisih, dimana seharusnya 108 x 11 = 1188, sehingga memiliki selisih yang cukup besar, yaitu 88.

Itulah mengenai pembulatan dan penaksiran bilangan bulat. Semoga bermanfaat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)