Materi Kelas VII: Aritmatika Sosial (Bag. 1)

17 November 2016 Tutorial Matematika


Di dalam prinsip matematika ada terdapat fungsi aritmatika, yaitu suatu fungsi matematika sederhana yang terdiri dari, penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian serta gabungan.

Untuk lebih dapat memahami aritmatika sosial ini dengan baik, kita harus mengingat kembali materi yang terdahulu mengenai pecahan. Kita juga harus mengingat kembali mengenai operasi hitung pada bentuk aljabar karena materi yang akan dipelajari ini merupakan penggunaan aljabar dalam kehidupan sehari-hari.

Aritmatika sosial adalah materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, seperti: Menghitung Nilai Keseluruhan, Nilai Per Unit dan Nilai Sebagian serta Harga Beli, Harga Jual, Untung, Rugi, Diskon (Rabat), Bruto, Tara dan Neto.

1. Untung dan Rugi

Jika harga jual lebih besar dari harga beli maka didapat keuntungan atau laba. Sebaliknya jika harga jual lebih rendah dari harga belinya maka akan rugi. Harga beli biasa disebut dengan modal.

Untung = harga penjualan > harga pembelian
Rugi = harga penjualan < harga pembelian
Besarnya keuntungan = harga jual - harga beli
Besarnya kerugian = harga beli - harga jual

Contoh soal 1:
Seorang pedagang membeli sebidang tanah dengan harga Rp 10.000.000,- kemudian karena ada suatu keperluan, tanah tersebut dijual kembali dengan harga Rp 11.500.000. Berapa keuntungan yang didapat?

Jawab:
Besarnya keuntungan = harga jual - harga beli
= Rp. 11.500.000 - 10.000.000
= Rp. 1.500.000,-

Soal 2:
Seorang penjual ayam membeli ayam kampung sebanyak 100 ekor dengan harga Rp. 2.000.000,-. Dalam perjalanan ternyata ada ayam yang mati sebanyak 10 ekor. 30 ekor ayam laku dijual dengan harga Rp.25.000 per ekor, sedangkan sisanya dengan harga Rp. 20.000,- Berapa besarnya keuntungan atau kerugian yang didapat ?

Jawab:
Harga pembelian = Rp. 2.000.000,-
Harga jual 30 ekor = 30 x Rp. 25.000 = Rp. 750.000
Sisa ayam yang dijual = 100 - 30 - 10 = 60 ekor (10 ayam yang mati)
Harga jual 60 ekor = 60 x Rp.20.000 = Rp. 1.200.000
Harga penjualan = Rp. 750.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 1.950.000

Ternyata harga penjualan < harga pembelian, maka pedagaang mengalami kerugian
Besarnya kerugian = harga beli - harga jual
= Rp. 2.000.000 - Rp. 1.950.000
= Rp. 50.000,-

2. Persentase untung dan rugi

Persentase keuntungan = untung ÷ harga pembelian x 100 %
Persentase kerugian = rugi ÷ harga pembelian x 100 %

Contoh soal 1:
Seorang pedagang dipasar membeli sekeranjang jeruk yang berisi 200 buah seharga Rp.100.000. Jika tiap jeruk dijual dengan harga Rp.750, berapa % keuntungannya?

Jawab:
Besarnya keuntungan = harga jual - harga beli
= (Rp. 750 x 200) - Rp. 100.000
= Rp. 150.000 - Rp. 100.000
= Rp. 50.000

Persentase keuntungan = untung ÷ harga pembelian x 100 %
= Rp. 50.000 ÷ Rp. 100.000 x 100%
= 0,5 x 100%
= 50%

Contoh soal 2.
Adik membeli sepeda baru dengan harga Rp. 400.000, setelah beberapa bulan sepedanya dijual dengan kerugian 10% . Berapa harga penjualannya?

Jawab:
Harga pembelian = Rp. 400.000,-
Rugi = 10 %
Rugi dalam rupiah = 10 % x Rp. 400.000
= 10/100 x Rp. 400.000
= Rp. 40.000
Maka harga jualnya adalah = Rp. 400.000 - Rp. 40.000 = Rp. 360.000,-

Jika diketahui persentase untung nya saja:
Sebuah tas dijual dengan mendapat untung 20 % atau Rp.20.000,- Berapa harga pembelian dan penjualannya ?

Jawab:
Harga pembelian = 100% ÷ %untung x untung
= 100% ÷ 20% x Rp. 20.000
= 5 x Rp. 20.000
= Rp.100.000,-

Harga jual = harga beli + untung
= Rp.100.000 + Rp.20.000,-
= Rp. 120.000,-

Jika diketahui persentase ruginya saja:
Pak Ali, seorang pedagang sepeda mendapat kerugian 25 % atau Rp.150.000,-. Berapa harga pembelian dan penjualannya?

Jawab:
Harga pembelian = 100% ÷ %rugi x rugi
= 100% ÷ 25% x Rp. 150.000
= 4 x Rp. 150.000
= Rp. 600.000

Harga jual = harga beli - rugi
= Rp. 600.000 - Rp. 150.000
= Rp. 450.000,-

bersambung ke bag. 2

(Oleh: Titi Indriyani)
Dikutip dari berbagai sumber