Tips Menguji Kemurnian Madu

12 Februari 2018 Tutorial Lain-Lain


Banyak orang menganggap bahwa madu yang baik tidak akan beku saat disimpan di lemari pendingin, atau kulkas sebagai tanda kalau madu itu tidak diberi tambahan gula baik sukrosa maupun fruktosa. Namun faktanya hal itu tidak menjamin karena madu dengan kualitas jelek sekalipunn ternyata juga tidak membeku saat disimpan pada lemari pendingin.

Mitos lain yang dipercaya orang banyak tentang madu adalah kalau madu asli tidak akan diminati oleh semut. Nyatanya, walau bagaimanapun juga, madu membuat rasa manis yang akan mengundang datangnya semut. Bahkan ada mitos juga kalau madu asli memiliki daya ledak jika tutup botolnya dibuka. Padahal adanya gas justru menunjukan kalau madu tersebut memiliki kandungan air yang berlebih sehingga terjadi fermentasi pada botolnya.

Jadi intinya, beberapa mitos tentang madu diatas, tidak lah benar. Karena madu yang murni dihasilkan dari lebah tanpa proses pemanasan dan penambahan bahan kimiawi apapun.

Nah, kalau anda penasaran dan ingin mengecek kemurnian madu yang anda beli, ada beberapa cara yang dapat anda coba. Antara lain:

  • Tuangkan satu sendok makan madu ke dalam piring, lalu tambahkan sedikit air. Ini merupakan cara paling mudah untuk menguji keaslian madu. Karena pada madu yang memiliki mutu jelek, saat diberi air akan segera bercampur sedangkan kalau madu yang bermutu bagus akan tetep terpisah, dan hanya akan membentuk tekstur corak seperti rumah lebah.
  • Tanpa buih


Bukalah tutup botol madu dan periksalah apakah madu yang anda beli mengandung banyak buih atau tidak. Madu yang berkualitas bagus tidak akan mengandung buih karena buih itu sendiri timbul dari fermentasi kandungan air yang tinggi.

  • Rasa yang tidak asam


Madu yang memiliki rasa asam pertanda kalau madu itu sudah mengalami fermentasi. Selain itu, rasa asam juga bisa muncul karena kandungan airnya terlalu banyak atau menutup kurang rapat sehingga akan menyerap air disekelilingnya.

  • Kandungan sukrosa rendah


Madu yang berkualitas tinggi berdasarkan standar nasional Indonesia, tidak boleh mengandung sukrosa lebih dari 10%.

  • Tidak dikerubuti semut


Semut biasanya lebih menyukai gula jenis sukrosa, berbeda halnya dengan madu jenis gulanya adalah fruktosa.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari carapedia.com)