Pentingnya Memasang UPS pada Komputer Anda

25 Februari 2015 Tutorial Komputer


"Yahhh!! Belum sempet di-save!!" Teriakan seperti itu sepertinya akhir-akhir ini sering terdengar di berbagai kantor dan rumah di Indonesia. Sering terjadinya gangguan pasokan listrik membawa persoalan tersendiri bagi komputer, karena jika belum di-save ke harddisk, pekerjaan kita akan hilang jika listrik padam. Ini masih belum memperhitungkan resiko kerusakan hardware karena fluktuasi dan hilangnya pasokan daya secara tiba-tiba. Bukan rahasia lagi jika power supply unit, harddisk (termasuk data didalamnya) bahkan mainboard komputer bisa saja rusak karena tegangan listrik tidak stabil atau sering terputus. Untuk mengatasinya, kita dapat menggunakan apa yang disebut UPS (Uninterruptible Power Supplies).

UPS adalah Uninterruptible Power Supply yang merupakan peralatan listrik yang fungsi utamanya adalah untuk menyediakan listrik tambahan pada bagian tertentu dari komputer, seperti halnya monitor,cpu atau bagian lain yang penting untuk mendapatkan asupan listrik secara terus-menerus. UPS juga disebut sebagai baterry backup (Uninterruptible Power Supply)

3 Jenis/Tipe UPS:

1. Offline / standby: ini tipe UPS yang paling sederhana. Biasanya penjual/toko menyebutnya "UPS tanpa stabilizer", karena tipe ini hanya melindungi peralatan listrik dari listrik padam saja.

2. Line-interactive: UPS tipe ini sudah melindungi peralatan dari fluktuasi tegangan, karena didalamnya terdapat rangkaian autotransformer yang melindungi UPS itu sendiri beserta seluruh peralatan yang terhubung dari tegangan naik/turun.

3. Double-conversion / online: tipe yang satu ini harganya cukup mahal dan biasanya hanya digunakan untuk melindungi server atau peralatan yang sangat sensitif atau penting.

Tips dan cara merawat UPS agar lebih awet dan tahan lama:

  1. Untuk UPS baru pastikan untuk mencharge terlebih dahulu selama kurang lebih 8 jam hingga 12 jam agar performa batereinya bagus
  2. Gunakan UPS sesuai spesifikasinya atau beban seharusnya. Penggunaan yang tidak sesuai beban akan menyebabkan baterry cepat rusak. Biasanya beban yang direkomendasikan hanya separuh dari yang tercantum pada UPS.
  3. Jaga UPS agar tidak sampai kehabisan baterai ketika memback up pemadaman listrik. Rata - rata UPS dapat memback up hingga 15 - 30 menit tergantung kegunaan untuk peralatan komputer, setelah itu UPS tidak tahan dan akan mati dengan sendirinya. Karena itu, begitu listrik padam sebaiknya segera lakukan persiapan untuk mematikan komputer dengan aman.
  4. Cabut sumber listrik UPS bila sedang tidak digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama contoh: 1 bulan,1tahun untuk menghindari panas terus menerus. Hal ini juga untuk menghindari panas pada stop kontak listrik dari UPS tersebut, kalau jangka waktu satu hari atau beberapa hari tidak akan mempengaruhi UPS atau pun stop kontak listrik
  5. Letakkan UPS pada tempat yang agak terbuka agar hawa panas yang dihasilkan ketika beroperasi bisa tersirkulasi dengan baik.
  6. Restart UPS dengan waktu kurang lebih 5 detik setelah Anda mematikan UPS, jangan langsung mematikan dan menghidupkannya secara tiba - tiba.
  7. Gunakan UPS hanya untuk kegunaannya saja seperti peralatan komputer yaitu CPU dan monitor. Jangan gunakan untuk peralatan elektronik lain yang tidak diperlukan.


UPS sangat berperan penting dalam penggunaan PC, apalagi perusahaan - perusahaan besar yang kerjanya bergantung pada komputer, UPS akan sangat membantu bagi mereka.

Semoga Bermanfaat.

Oleh: Wahyu K.
(Dikutip dari berbagai sumber)