Word Stress pada Kalimat



Terkadang dalam pelajaran bahasa, kita bisa melihat kosakata yang terkadang memiliki pengucapan yang berbeda. Perbedaan itu salah satunya terletak pada penekanan kata. Dalam bahasa dunia, penekanan kata juga diberikan pada beberapa bahasa seperti bahasa Inggris. Penekanan kata ini juga bermanfaat untuk mengutarakan maksud dari apa yang kita berikan kepada orang lain.

Penekanan kata merupakan salah satu elemen yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengucapan Bahasa Inggris kita. Bahasa yang kita gunakan juga akan semakin indah dan enak untuk didengar. Pada Bahasa Inggris, penekanan kata disebut dengan Word Stress. Penekanan kata ini juga memiliki jenisnya yakni:

1. Emphatic Stress
Jika kita ingin menekankan suatu kata, maka kita dapat memberikan penekanan intonasi pada kata yang ingin kita ceritakan dan memutuskan sesuatu. biasanya kosakata seperti Extremely, Terribly, Completely, Utterly, Especially dan akhiran -ly.

Contoh:

· That was a difficult test. - Pernyataan standart (kata bercetak tebal adalah penekanan kata)
· That was a difficult test. - Menekankan betapa sulitnya test itu. (kata bercetak tebal adalah penekanan kata)

2. Contrastive Stress
Contrastive stress digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara 1 objek dengan objek lainnya. Biasanya fungsi ini digunakan dengan kata-kata seperti ‘this, that, these dan those’.

Contoh:

· I think I prefer this color.
· Do you want these or those curtains?

Contrastive stress juga digunakan untuk memberikan perbedaan makna pada kata-kata yang kita tekankan.

Contoh:

· He came to the party yesterday. (Dia datang ke pesta itu, bukan meeting, konser atau yang lainnya)
· He came to the party yesterday. (Kemarin, bukan hari ini, lusa, minggu yang lalu atau waktu lainnya)
· He came to the party yesterday. (Bukan orang lain)
· He walked to the party yesterday. (Dia berjalan kaki, bukan naik taxi, dll)

3. Tonic Stress
Tonic stress adalah suku kata dalam sebuah kata yang menerima paling banyak penekanan kata dan intonasi. Satu Intonasi memiliki satu Tonic Stress. Sebuah kalimat dapat memiliki lebih dari 1 Intonasi dan Tonic Stress. Perhatikan contohnya berikut ini:

· He’s waiting
· He’s waiting / for his friend
· He’s waiting /for his friend / at the station.

4. New Information Stress
Ketika kita bertanya, informasi yang ingin kita dapatkan harus kita berikan penekanan.

Contoh:

· Where are you from? - I come from Seattle, in the USA.
· What do you want to do? - I want to go bowling.
· When does class begin? - The class begins at nine o’clock.

Oleh: Albert S
(Dikutip dari Ismailmidi.com)