Primer Style dan Solusinya

29 Januari 2015 Tutorial Bahasa Inggris


Sebagian besar orang pasti mengenal simple sentence dalam bahasa Inggris. Kalimat ini hanya memiliki satu Indenpendent Clause seperti contoh Indra read the book. Namun dalam penggunaan simple sentence, seringkali salah menggunakannya seperti halnya terlalu banyak menggunakan simple sentece sehingga gaya penulisannya yang tidak rancu. Hal ini bisa disebut dengan Primer Style.

Primer style adalah gaya penulisan yang cirinya menggunakan terlalu banyak short simple sentence. Selain itu, Primer Style juga membuat subjek pada kalimat menjadi ganda sehingga pembaca tidak dapat menangkap ide dari kalimat tersebut.

Ciri-ciri primer style adalah penggunaan verb yang "tidak melakukan apapun" pada banyak kalimat. Verb tersebut antara lain linking verb atau stative verb yang menyatakan "being" tanpa "action". Selain itu, ciri tulisan dengan primer style dapat dideteksi dengan menghitung titiknya. Jika lebih banyak titik daripada baris, kemungkinan tulisan menggunakan primer style.

Contoh Primer Style dalam kalimat:

· Your kids are spoiled. They ignore every request that you make.
(Anak-anakmu manja. Mereka mengabaikan setiap permintaanmu.)
Ket.: Seharusnya "Your kids are spoiled, ignoring every request you make".
(Anak-anakmu manja, mengabaikan setiap permintaanmu.)
menggunakan present participial phrase sebagai modifier "kids"

· My neighbor looks tired. He has been doing the gardening work all day. The work hasn’t finished yet. He seem to decide to stop working.
(Tetangga saya tampak lelah. Dia telah berkebun sepanjang hari. Pekerjaan tersebut belum selesai. Dia tampak akan memutuskan untuk berhenti bekerja.)
Ket.: Seharusnya "My neighbor looks tired because he has been doing the gardening work all day.Although the work hasn’t finished, he seems to decide to stop working".
(Tetangga saya tampak lelah karena telah berkebun sepanjang hari. Meskipun pekerjaan belum selesai, dia tampak akan memutuskan berhenti bekerja.)menggunakan subordinate conjunction

· The student was so sleepy. She couldn’t respond quickly.
(Siswi itu sangat mengantuk. Dia tidak dapat merespon cepat.)
Ket.: seharusnya "Because the student was so sleepy, she couldn’t respond quickly."
(Karena siswi itu sangat mengantuk, dia tidak mampu merespon dengan cepat.)menggunakan subordinate conjunction "because" membentuk complex sentence.

Primer style dapat dihindari dengan menggabungkan beberapa simple sentencemenjadi satu kalimat yang lebih panjang dengan struktur yang lebih menarik. Caranya mungkin dengan dihubungkan oleh conjunction atau sebagiannya dimasukkan ke dalam phrase atau dependent clause. Namun jangan sampai menggabungkan terlalu banyak, sebaiknya maksimal tiga, dan tidak perlu semua semua simple sentence di dalam suatu tulisan dieliminasi. Terlalu banyak kalimat yang panjang dalam satu baris akan sama tidak menariknya dengan terlalu banyak kalimat pendek.

Oleh: Albert S.
(Dikutip dari Wordsmile.com)