Perbedaan Antara Phrase dan Clause

29 September 2015 Tutorial Bahasa Inggris


Pada pelajaran bahasa Inggris, pasti Anda tidaklah asing dengan Phrase & Clause. Namun seringkali dikaitkan dengan kalimat. Terbiasa bersamaan dengan kalimat, tidak heran orang menyebutnya sama. Padahal sebenarnya dilihat dari penggunannya, Phrase & Clause jelas berbeda.

Perbedaan paling mendasar antara clause dan phrase terletak pada kata yang menyusunnya. Clause terdiri dari subjek dan predikat (verb), sedangkan phrase tidak mengandung unsur subjek ataupun predikat. Phrase terdiri dari sekelompok kata yang membentuk kata benda, kata kerja, preposisi, kata sifat yang lebih spesifik karena mereka diberikan keterangan atau informaasi tambahan.

Untuk memahami perbedaan antara Phrase & Clause, berikut beberapa perbedaannya berikut ini.

Phrase
Phrase adalah sekelompok dari dua kata atau lebih yang tidak memiliki subjek dan predikat. Phrase memberikan konteks dan informasi tambahan terhadap kalimat yang ditulis sehingga lebih spesifik. Phrase tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat.

Contoh:

1. The graduation ceremony will be an amazing moment in my life.
"An amazing moment" adalah contoh dari noun phrase (frase kata benda/sekelompok kata yang membentuk kata benda yang lebih spesifik). Ia tidak memiliki subjek atau predikat dan ia tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat. Biasanya noun phrase digunakan sebagai subjek atau objek dalam suatu kalimat.

2. The ceremony will be held at the university gymnasium.
Dalam contoh ini, "at the university gymnasium" adalah bentuk dari prepositional phrase yang berada di dalam suatu independent clause.

Jenis Phrase
Phrases bisa dalam banyak bentuk and susunan yang berbeda. Berikut ini adalah jenis-jenis phrase:

• Gerund phrases
• Infinitive phrases
• Noun phrases
• Participle phrases
• Prepositional phrases
• Verb phrases

Clause
Clause adalah sekelompok kata yang membentuk kalimat namun ia tidak memiliki makna yang lengkap. Clause terdiri dari subjek dan predikat yang mengandung kata kerja, namun maknanya belum lengkap sehingga perlu disandingkan dengan clause lain sehingga ia memiliki makna kalimat yang lengkap. Terdapat clause yang bisa berdiri sendiri tanpa disandingkan dengan clause lain. Ia disebut independent clause. Sedangkan clause yang tidak dapat berdiri sendiri disebut dependent clause.

Contoh:

1. He slept.
"He" adalah subjeknya. "Slept" adalah kata kerja sekaligus predikat dalam kalimat tersebut. Walaupun kalimat tersebut hanya terdiri dari dua kata, namun dua kata tersebut sudah memiliki subjek dan predikatnya dan mereka berfungsi sebagai independent clause karena mereka sudah memiliki makna yang lengkap sehingga bisa berdiri sendiri.

2. While he is sleeping, his friends prepared a surprise for his birthday.
Di dalam contoh nomor 2, terdapat dua klausa. Yang pertama adalah "while he is sleeping". Clause tersebut memang sudah mengandung subjek dan predikat, namun ia tidak bisa berdiri sendiri karena maknanya belum lengkap sehingga ia harus didampingi oleh independent clause, yaitu clause yang kedua. Clause yang kedua adalah "his friends prepared a surprise for his birthday".

Contoh Independent clause (berbentuk kalimat sederhana yang bisa berdiri sendiri dan memiliki makna yang lengkap):

• I am beautiful.
• I have a course until this evening.
• She will be fine with her mother.

Contoh dependent clause (tidak dapat berdiri sendiri, membutuhkan independent clause untuk melengkapi maknanya):

• ...however he is brave.
• Although I am not clever...
• Because she is diligent...

Jenis Clause
Terdapat dua jenis utama dari clause, yaitu independent dan dependent clause. Namun juga terdapat jenis-jenis clause lainnya, seperti dibawah ini:

• Adverbial clauses
• Defining dan non-defining clauses (juga disebut adjective atau relative clauses)
• Noun clauses

Oleh: Albert S.
(Dikutip dari belajarbahasainggrisku.com)