Penggunaan Tanda Kutip pada Bahasa Inggris



Tahukah kalian pada setiap benda kepemilikan sering terlihat ada tanda kutipan (‘) pada bahasa Inggris? Ya, tanda kutipan seperti itulah yang disebut dengan Apostrophe. Apostrophe sendiri adalah punctuation mark (tanda baca) yang digunakan untuk menunjukan possessive form (kepemilikan untuk makhluk hidup), contraction (singkatan), dan plural (jamak).

Apostrophe biasa ditempatkan setelah kata bendamenunjukkan bahwa kata benda tersebut memiliki sesuatu/hubungan. Pemilik benda tersebut kemudian segera diikuti oleh noun (kata benda) yang dimilikinya.

Contoh:

· Father’s mug = mug of father
· The boy’s play = play of the boy
· The worker’s tool = tool of the worker
· A street’s plank = plank of a street

Pada contoh diatas adalah beberapa kalimat dengan menggunakan Apostrophe. Pada apostrophe memiliki beberapa aturan dalam penggunaannya. Disini akan dijelaskan beberapa penjelasan penggunaan apostrophe pada possessive form (kepemilikan untuk makhluk hidup), contraction (singkatan), dan plural (jamak).

1. Possessive Form (kepemilikan)
Pada Possessive Form lebih cenderung digunakan pada benda/makhluk hidup contohnya adalah manusia. Kita dapat menggunakan apostrophe pada Possessive Form jika:

· Pemilik benda merupakan bentuk plural yang berakhiran -s, tambahkan ‘ saja setelahnya. Namun jika tidak berakhiran -s (irregular countable noun), maka tambahkan ‘s setelahnya.

Contoh:

→the children’s toys
→the schools’ tools
→Janitor’s room

· Kutipan‘sditambahkan setelah kata benda majemuk (compound noun)

Contoh:

→his mother-in-law’s house
→nineteen-year-old‘s birthday

· ‘sditambahkan setelah kata terakhir pada noun yang dirangkai oleh kata hubung di peristiwa yang sama (coordinate conjunction) & kata "and" untuk menunjukkan kepemilikan bersama.

Contoh:

→Toni & Deo’s room
→Passenger’s ticket

· Kata ganti umum (indefinite Pronoun) dapat membentuk possessive form dengan menambahkan ‘s setelahnya.

Contoh:

one’s magazine
→everybody’s gone
→each’s student

· Jika noun owner merupakan bentuk tunggal (walaupun katabenda tersebut berakhiran -s), tambahkan ‘s setelahnya.

→ the leader’s chair
→Tono’s bicycle
→the teacher’s uniform.

2. Singkatan pada kalimat atau biasa disebut dengan Contraction adalah kata atau satu set angka yang satu atau lebih huruf atau angkanya telah dihilangkan dan biasanya digunakan pada speaking dan informal writing.Apabila kalimat berbentuk singkatan, maka apostrophe diletakkan pada posisi huruf yang dihilangkan.

Contoh:

· I am = I’m
· She will = She’ll (bukan shell)
· Do not = Don’t
· Let’s = Let us
· It ‘s = It is/ It has
· ’98 = 1998
· Would’ve = would have

Selain digunakan pada bentuk tunggal, Apostrophe digunakan untuk bentuk jamak terutama pada angka atau huruf.

Contoh:

· That boy found ten a’s in the sentence. (Anak itu menemukan sepuluh huruf a di dalam kalimat.)
· The student got two A’s on his English tests and three 9′s in the speech contest. (Siswa tersebut mendapat dua nilai A pada tes-tes bahasa Inggrisnya dan tiga nilai 9 pada lomba pidato.)

Namun ketika bentuk plural tampak jelas, upper-case (huruf besar) tidak perlu diikuti apostrophe, cukup akhiran-s saja.

Contoh:

· His weight is around 130 lbs (berat badannya sekitar 130 pon)
· That man ran his company during the 1900s. (Pria itu menjalankan perusahaannya sepanjang tahun 1900-an.)

Oleh: Albert S
(Dikutip dari wordsmile.com)