Mengenal Linking Verb (Bagian 1)

19 Oktober 2016 Tutorial Bahasa Inggris   |    Iman Prabawa


Kali ini kita akan membahas mengenai linking verb. Sebelumnya kita sudah pernah membahas mengenai verb, apa sih verb itu. Verb kita kenal sebagai kata kerja kan kalau kita artikan ke dalam bahasa Indonesia.

Verb biasanya merupakan sebuah tindakan atau sebuah kegiatan yang dilakukan oleh si subjek, nah tapi ada juga verb yang tidak menunjukkan sebuah kegiatan.

Dalam hal ini linking verb adalah verb yang tidak menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh si subjek melainkan linking verb menunjukkan keadaan atau kondisi (state of being) dari si subjeknya.

Jadi linking verb ini tidak menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh si subjek melainkan linking verb ini menjelaskan keadaan si subjek atau state of being dari si subjek tersebut.

Linking Verb Adalah Sama Dengan

Karena linking verb tidak menjelaskan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh si subjek melainkan linking verb ini menjelaskan mengenai keadaan di subjek maka kita bisa mengganti linking verb ini dengan tanda sama dengan (=).

Linking verb ini jadi fungsinya seperti hanya menghubungkan saja antara subjeknya dengan kalimat lain setelah linking verb tersebut. Misalnya kita lihat pada contoh kalimat di bawah ini,

I am hungry. (Saya lapar)

Nah "am" itu merupakan yang disebut dengan linking verb karena "am" itu hanya menghubungkan antara I dengan kata adjective yaitu hungry. Linking verb ini hanya menghubungkan saja, dan dia tidak menggambarkan tindakan yang lagi dilakukan oleh si subjeknya.

Itu kalau kita berhubungan dengan to be verb ya, contoh kalimat lain dengan to be verb misalnya,

He is a student. (Dia seorang pelajar)

Nah "is" disini adalah juga merupakan linking verb.

Linking Verb Selain To Be Verb

Nah kalau to be verb sudah jelas terlihat menunjukkan keadaan atau state of being dari si subjeknya, sementara ada lagi verb yang bukan merupakan to be verb yang berfungsi menghubungkan antara subjek dengan keterangan keadaan si subjek tersebut. Misalnya kata-kata seperti feel, appear, seem, remain, smell, stay, sound, grow, continue, taste, turn, prove.

Ketika kata-kata ini tidak menunjukkan tindakan dan hanya berfungsi menunjukkan keadaan atau state of being dari si subjeknya maka kata tersebut dikatakan sebagai linking verb. Misalnya saya ambil contoh untuk kata prove, dimana kata ini bisa menjadi linking verb atau bisa menjadi verb. Ini contoh kalau kata prove menjadi sebuah linking verb,

Our efforts proveduseless. (Usaha kita ternyata sia-sia)

Nah "prove" disini tidak menunjukkan kegiatan yang dilakukan, tapi menunjukkan keadaan bahwa usaha kita itu sia-sia. Dia tidak menunjukkan melakukan tindakan sementara kita lihat pada contoh kalimat di bawah ini yang juga menggunakan kata "prove",

He provedhis strength by doing 50 pushups. (Dia membuktikan kekuatannya dengan melakukan 50 pushup).

Pada contoh kalimat di atas jelas bahwa "prove" pada kalimat di atas itu menunjukkan suatu tindakan yaitu berusaha untuk membuktikan. Dia berusaha untuk membuktikan, usaha membuktikan ini bukan keadaan dari si subjek namun merupakan usaha atau tindakan yang dilakukan oleh si subjek. Oleh karena itu kata "prove" pada kalimat he proved his strength by doing 50 pushups bukan merupakan linking verb.

Salam hangat,

Imam Prabawa
(Lihat tutorial bahasa inggris lainnya di http://belajarbahasainggrisiman.blogspot.co.id)