Contoh Sequence of Tenses dalam Kalimat

30 Januari 2015 Tutorial Bahasa Inggris


Sudah bukan rahasia lagi jika mempelajari bahasa Inggris sering dikaitkan dengan berbagai macam cara penggunaan tenses-tenses. Dalam penggunaannya tenses, salah satunya kita kenal dengan Sequence tenses.Sequence of tenses adalah logika yang mengatur tentang tenses, misalnya sebuah kejadian di future tense tidak bisa terjadi di past tense.

Dalam penggunaan maupun penulisannya digunakan untuk menentukan dimana sebuah kejadian terjadi. Kejadian past tense datang sebelum kejadian present tense, kejadian present tense datang sebelum kejadian future tense dll. Suatu aksi-aksi atau kejadian-kejadian yang dideskripsikan di dalam kalimat seringkali perlu menggunakan verb tense yang berbeda karena aksi-aksi tersebut memiliki perbedaan waktu atau urutan.

Sequence of tenses di dalam suatu complex sentence (kalimat yang terdiri dari main clause dan subordinate clause) umumnya ditentukan oleh verb tense di dalam main clause yang kemudian disesuaikan oleh verb tense di dalam subordinate clause.

Dalam sequence of tenses sendiri dalam penggunaannya memiliki beberapa tata caranya yakni:

1. Jika simple past tense yang digunakan pada main clause, maka subordinate clause menggunakan simple past atau past perfect kecuali jika klausa tersebut menunjukkan general truth (kebenaran umum), maka digunakan simple present. Digunakan simple past jika sama-sama merupakan completed action, sedangkan past perfect jika aksi pada subordinate clause terjadi lebih dahulu.

Contoh:

· The customer wanted to return some items that she had bought.
(Pelanggan itu ingin mengembalikan beberapa barang yang telah dibelinya.)
· When the stranger knocked on her door in the middle of the night, she ignored him.
(Ketika orang asing itu mengetuk pintu tengah malam, dia mengacuhkannya.)

2. Pada main clause yang menggunakan present atau past perfect tense, bagian subordinate clause-nya mungkin menggunakan simple past ketika ingin menunjukkan bahwa aksi klausa tersebut terjadi belakangan.

Contoh:

· Irvan had learned how to cook easy meals before he lived apart from his family.
(Irvan telah belajar bagaimana cara memasak sebelum dia tinggal terpisah dari keluarganya.)
· I have become a teacher already when she completed the teacher preparationprogram.
(Saya telah menjadi seorang guru ketika dia menyelesaikan program persiapan guru.)

3. Jika main clause menggunakan simple future tense, maka subordinate clause menggunakan simple present jika aksinya berlangsung pada saat sama dengan main clause, simple past jika lebih dahulu, atau present perfect jika aksinya di masa depan terjadi lebih dahulu.

Contoh:

· He will stop receiving health benefits if hehasn’t reapplied.
(Dia akan berhenti menerima jaminan kesehatan jika dia tidak mendaftar ulang.)
· You will notice that you feel better when you improve your diet.
(Kamu akan menyadari kalau kamu merasa lebih baik ketika kamu memperbaiki makananmu.)

4. Jika main clause menggunakan simple present tense, maka subordinate clause dapat menggunakan:
· present perfect jika aksinya dimulai di masa lampau dan masih berlanjut sampai sekarang atau sudah selesai namun efeknya dapat dirasakan sekarang,
· simple present jika aksi padasubordinate clause berlangsung pada waktu yang sama,
· simple past jika aksinya terjadi lebih dahulu atau
· simple future jika aksinya belum terjadi.

Contoh:

I guess that you haven’t sleep in three days.
(Saya tebak kamu belum tidur selama tiga hari.)
I hope that they will increase my salary.
(Saya harap mereka akan meningkatkan gaji saya.)
We think the service was outstanding.
(Kami pikir pelayanan tersebut luar biasa.)

Oleh: Albert S.
(Dikutip dari wordsmile.com)