Yuks Menjadi Nettizen yang Positif!

3 Januari 2013 Solusi Pendidikan   |    Rosaria Lia


Nettizen atau network citizen. Disadari ataupun tak disadari, kita telah menjadi bagian dari nettizen, masyarakat yang terkoneksi dengan dunia secara online. Salah satu media yang sangat berperan dalam mengubah pola hubungan sosial dewasa ini adalah media sosial. Siapa yang tidak mengenal dan menggunakan Facebook atau Twitter. Bersosialisasi lewat dunia maya menjadikan siapa saja bebas berekspresi dalam mengaktualisasikan diri, memberikan pendapat, mencetuskan ide dan bahkan berpromosi maupun berkampanye tentang sesuatu. Tren global ini terjadi di semua kalangan, karyawan-karyawati, guru, orang tua dan anak-anak. Dengan menjadi bagian dari nettizen, kita bisa terhubung satu sama lain, dari tetangga sebelah rumah, teman satu sekolah ataupun teman baru beda benua.

Media sosial merambah ke dunia edukasi juga tentunya. Tak bisa dipungkiri bahwa kita dan anak-anak didik kita sudah menjadi bagian dari nettizen. Siswa-siswi sangat haus dengan existensi diri, menjadi sangat akrab dengan media yang satu ini. Setiap hari mereka berkenalan dengan orang baru, mengetahui profil seseorang, menemukan teman lama, dan lain sebagainya. Seiring dengan tren yang sedang in, dampak yang dibawa selalu menjadi dua sisi mata uang, ada dampak positif, ada pula dampak negatif nya. Kesekolah.com melalui icon nya Mr. Edol pun aktif sebagai nettizen, menyajikan berbagai informasi tentang pendidikan, artikel, memberikan wadah dan ruang untuk menuangkan ide dan menjadi bagian dari media sosial seperti Facebook www.facebook.com/kesekolah maupun Twitter@kesekolah. Sejalan dengan tren nettizen, kali ini Mr. Edol akan berbagi bagaimana memperhatikan siswa-siswi untuk tetap aktif mengikuti perkembangan netwok global secara positif.

1. Exist yang positif


Usia 13 tahun ke atas adalah usia dimana anak membutuhkan pengakuan untuk existensi dirinya. Existensi ini biasa nya diwujudkan dalam sikap dan tingkah laku yang ingin menonjol dan diperhatikan. Di sini, kita bisa guide siswa-siswi kita untuk mengaktualisasikan diri melalui profil nya dengan memberikan informasi dirinya secara positif. Misalnya dengan mempublikasikan tentang hobi nya yang seru, kebiasaan sehari-hari yang penuh semangat, cerita remaja yang ceria dan cerita mengenai dirinya yang bisa membawa reputasi positif terhadap profilnya. Siswa-siswi juga dapat mempublikasikan prestasi nya, hasil karya, tulisan, ketrampilan dan lain sebagainya, sehingga publik akan melihat profil dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki.


2. Tetap jaga privacy

Existensi yang dimaksud harus diiringi dengan kesadaran anak untuk tidak memberikan infomasi secara jor-jor an. Jor-jor an yang dimaksud adalah memberikan semua informasi tentang diri ataupun profilnya tanpa adanya penyaringan informasi tersebut. Dalam artian, privasi tetap harus menjadi hal yang diperhatikan. Memberikan informasi yang bersifat pribadi harus lebih selektif. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada orang yang usil dengan menggunakan data yang bersifat pribadi dari profil siswa/i yang bersangkutan. Selalu mengingatkan anak didik untuk berhati-hari dalam membeberkan informasi dirinya sangat diperlukan.


3. Membangun networking

Teman-teman selalu menjadi asset relasi yang tidak bisa dibeli dan dinilai. Untuk itu, membangun network sejak dini bisa menjadi hal baik untuk dilakukan. Lulus sekolah menjadi salah satu hal yang dapat menjauhkan jarak dan hubungan, mengingat setiap orang akan menemukan lingkungan baru, relasi baru dan hal-hal yang harus dilakukan berbeda-beda. Untuk itu, media sosial bisa menjadi cara yang positif untuk tetap menjalin hubungan dengan teman, tanpa terbatas jarak dan waktu. Melalui media sosial, kita bisa saling berbagi cerita dan pengalaman.


4. Manfaatkan mudahnya akses infomasi

Informasi apa yang anak-anak tidak bisa dapatkan di dunia network. Dengan ketik kata dan klik, anak bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Untuk itu, siswa-siswi harus lebih pintar untuk memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan. Mumpung masih muda, serap ilmu dan pengetahuan sebanyak-banyaknyamembaca melalui e-Book, mengakses situs yang berhubungan dengan pendidikan, menjadi member dari komunitas yang mempunyai hobi atau interest yang sama, dan aktifitas networking lainnya.


5. Selalu update

Dunia networking cepat sekali berkembang dan berubah. Tren baru selalu muncul, demikian juga dengan informasi. Oleh karena itu, guru dan siswa hendaknya tetap membuka diri pada arus informasi dan tren yang ada, tanpa mengesampingkan penyaringan akan infomasi dan tren tersebut.

Dengan kita hidup di era teknologi sekarang ini, mau tidak mau kita menjadi bagian dari era nettizen. Tetap smart, aktif dan selektif ya.