Yuk Mengajarkan Belajar Cepat ke Si Kecil

24 November 2014 Solusi Pendidikan   |    Arief Widiatmoko


Belajar dengan cepat atau dalam bahasa Inggrisnya adalah "Speed Learning" menjadi konsep yang semakin terkenal beberapa tahun terakhir. Kita tinggal di masyarakat dengan laju yang sangat cepat, dipengaruhi oleh teknologi, dimana pengetahuan dengan cepat tersedia di berbagai bentuk media. Ada juga penekanan untuk pentingnya pendidikan tinggi dan kecerdasan secara umum.

Teknologi menyediakan kemudahan mengakses pengetahuan dan informasi, dan belajar cepat menjadi sangat popular karena keinginan kita untuk bisa mencerna lebih banyak informasi yang telah kita akses. Panduan ini akan mengajarkan tentang belajar cepat, dan bagaimana menggunakan belajar cepat secara positif dalam kehidupan akademik ataupun professional.

Belajar Cepat

Tujuan dari belajar cepat adalah meningkatkan tingkat penerimaan informasi dari pembelajaran tanpa mengorbankan bentuk alami dari apa yang kita pelajari atau sebaik apa kita mempelajarinya. Manusia memiliki kecepatan maksimum dimana mereka bisa belajar dan memproses informasi baru, tapi dengan latihan yang cukup, batas maksimum ini bisa ditingkatkan hingga derajat yang menakjubkan.

Metode yang mesti diubah untuk mencapai belajar cepat termasuk membaca, observasi, mendengar, bertanya, dan merefleksi. Meningkatkan kecepatan dimana kita menyelesaikan tugas ini lebih efisien untuk mencapai tujuan dari pembelajaran dan edukasi.

Membaca Cepat

Membaca cepat memiliki tujuan untuk meningkatkan kecepatan dimana kita menemukan, menterjemahkan, dan mendapatkan informasi dari tulisan. Kelas membaca cepat sangat popular dan ditawarkan hampir diseluruh dunia saat ini. Bahkan ada juara membaca cepat tingkat dunia. Juara Membaca Cepat tingkat dunia saat ini adalah Anna Jones, dia membaca 4,700 kata per menit, dan dapat membuktikan dia memahami hingga 2/2 informasi yang dia baca. Metode membaca cepat termasuk menghindari sub-vokalisasi, membaca sepintas, dan meta-guiding.

Sub-vokalisasi adalah proses mendengar semua yang dibaca dalam pikiran. Karena sejak kecil diajarkan untuk membaca dengan menyuarakan suara kata yang dibaca, kita terbiasa untuk mengenali kata sebagai satu arti dibandingkan dengan satu kesatuan. Teknologi membaca cepat sering mendorong pembaca untuk mengenali kata sebagai satu kesatuan. Proses sub-vokalisasi sepertinya menjadi kebiasaan karena bagaimana kita diajari membaca, tapi sebenarnya hal itu membuang banyak waktu dan memperlambat kecepatan membaca. Meskipun penelitian tidak menunjukkan bahwa sub-vokalisasi berbahaya untuk kecepatan membaca, Anda bisa meningkatkan kecepatan membaca, meskipun sedikit, dengan mencoba mengurangi suara membaca dipikiran.

Berlatih membaca sepintas harusnya familiar untuk semua orang yang pernah kesulitan ketika tugas membaca panjang dari kelas akademik. Untuk membaca sepintas satu halaman adalah dengan mencari petunjuk visual informasi penting yang terdapat di halaman tersebut, dan konteks yang terkandung di dalamnya. Meskipun membaca sepintas adalah metode membaca cepat, tapi metode ini tidak termasuk metode belajar cepat. Belajar cepat melibatkan belajar pada kecepatan tinggi tanpa mempengaruhi kualitas dari pembelajaran, tetapi membaca sepintas adalah latihan yang mengarah ke pemahaman yang lebih rendah, karena itu melibatkan membaca dengan jumlah materi baca yang lebih rendah dari jumlah seharusnya yang dipelajari.

Meta guiding melibatkan arahan visual mata anda kepada seluruh baris halaman ketika Anda membaca. Banyak orang menggunakan meta guiding ketika mereka membaca dengan menggunakan jari atau pen mereka menggaris bawahi setiap kata yang dibaca. Meta Guiding dapat dengan mudah mengarahkan ke membaca sepintas, dimana meta guiding termasuk sebagai membaca cepat, pembaca harus yakin membaca dan memahami setiap kata.

Teknik Belajar Cepat Lainnya

Mencapai kecakapan dalam membaca cepat akan mengarahkan Anda untuk meningkatkan kecepatan belajar secara menyeluruh, dimana memproses informasi yang tertulis dibutuhkan dalam semua bentuk pembelajaran formal dan non-formal. Dua teknik belajar cepat lain yang tidak melibatkan membaca cepat adalah metode cerita dan latihan re-kreasi.

Metode cerita adalah latihan mengartikan informasi baru yang kamu harus pelajari dalam hubungan dengan manusia, sesuatu yang semua orang familiar. Ide dibelakang metode ini adalah pembelajaran yang sulit akan dihindari dengan merubah informasi yang kompleks menjadi sesuatu yang lebih sederhana, karena kita memiliki pemahaman yang erat pada hubungan manusia. Contoh terbaik adalah usaha untuk mengingat bagaimana reaksi kimia bekerja.

Jika 2 atom atau molekul bersatu dalam sebuah reaksi, beberapa pendukung pembelajaran cepat berkata bahwa Anda akan bisa mengerti dengan cepat, apabila kita berpikir tentang ikatan tersebut seperti hubungan manusia, contohnya pernikahan.

Re-kreasi dalam hubungannya dengan belajar cepat merujuk pada upaya untuk menciptakan ulang informasi yang kamu dapatkan dengan berhenti setiap 10 atau 20 menit. Hal ini berguna ketika belajar untuk tes dimana Anda harus mengingat materi yang banyak sekaligus. Setiap kali berhenti membaca atau belajar, duduk dan coba menulis sebanyak yang Anda bisa materi yang baru dipelajari, dengan akurasi terbaik yang Anda bisa. Mengulang latihan ini setiap waktu tidak hanya meningkatkan daya ingat, tapi akan membuat Anda bisa mendapatkan informasi lebih pada kesempatan pertama membaca materi belajar.

Manfaat Belajar Cepat

Kombinasi dari membaca cepat, menerapakan hubungan manusia untuk belajar materi, dan mengasah kemampuan untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin dengan metode re-kreasi. Anda akan meningkatkan kemampuan kognitif, dan menghemat waktumu yang berharga, unggul dalam akademik dan tujuan professional di dunia yang modern ini.

(Disadur dari: udemy.com)