Yuk Cari Tahu Bagaimana Desain Kelas Mempengaruhi Kegiatan Belajar

7 Juli 2014 Solusi Pendidikan   |    Arief Widiatmoko


Desain kelas adalah aspek yang sangat penting untuk aktivitas belajar. Menariknya adalah persepsi orang mengenai desain ruangan kelas adalah bahwa belajar di ruang kelas biasanya dihias dengan poster, diagram, peta, dan berbagai macam karya seni, bersama dengan karya seni yang dibuat oleh siswa atau guru yang ditampilkan di pojok kelas. Fakta dari beberapa penelitian terbaru menyimpulkan bahwa desain kelas dan lingkungan belajar bisa mempengaruhi pengajaran anak di sekolah. Dan parameter ini berlainan tergantung tempat, waktu, geografi dan demografi.

Ruangan Kelas dengan banyak dekorasi vs. minimalis dekorasi

Sebuah penelitian akhir-akhir ini, yang dilakukan oleh Universitas Carnegie Mellon yang berada AS, dimuat dalam jurnal "Psychological Sciences", menyebutkan bahwa anak yang dididik dalam kelas dengan dekorasi yang minimalis menghabiskan waktunya lebih banyak pada jam kelas untuk belajar mata pelajaran, dan berdampak besar pada keberhasilan anak untuk meraih skor yang tinggi dalam tes.

Penelitian dilakukan di 24 sekolah anak di 6 sesi mata pelajaran pengetahuan - 3 ruangan kelas dengan dekorasi minimalis dan 3 kelas dengan dekorasi yang banyak seperti peta, garis angka, karya seni. Sementara anak yang berada di ruangan kelas dengan minimalis dekorasi dapat menjawab dengan sempurna 55% pertanyaan, hanya 42% pertanyaan dijawab dengan benar oleh siswa yang berada dalam ruangan kelas dengan dekorasi yang banyak.

Banyak ahli dan pendidik tidak merekomendasikan untuk menjauhi dinding dengan warna yang beragam atau karya seni di ruangan kelas, tetapi tetap menekankan bahwa jumlah hiasan harus lebih dikurangi dan pendekatan pengetahuan harus diterapkan untuk memilih warna yang tepat, tipe karya seni, dinding, dan pojokan untuk ditempatkan didalam ruangan kelas.

Aspek Fungsional dari Warna adalah Kritikal

Di tahun 2011, peneliti dari Universitas Texas Tech melakukan penelitian, berjudul "The Inclusive Classroom: the Effects of Color on Learning and Behavior", yang menyimpulakan bahwa penggunaan warna yang tepat dan pantas adalah kritikal dalam pembelajaran anak.


Penelitian baru-baru ini menekankan untuk membawa fungsi aspek warna, dibandingkan membawa aspek keindahan ketika memilih warna di pendidikan terutama lingkungan ruangan kelas. Pemilihan warna yang berlebihan untuk menstimulasi lingkungan yang kreatif dan memotivasi seringkali menghasilkan tekanan pada perasaan anak.

Fakta lebih mendalam mengenai masalah teknikal, para ahli menyebutkan bahwa dinding kelas dimana siswa biasa memfokuskan pandangan mereka harus memiliki jangkauan warna yang sama.

Keseluruhan Lingkungan Kelas Turut Andil

Tetapi, kredibilitas dari penelitian juga harus diperhatikan seperti jumlah responden yang memiliki geografi dan demografis berbeda. Penelitian komprehensif yang dilakukan Universitas Salford Inggris bersama dengan Asosiasi Arsitek, mengamati 751 anak dalam 34 ruangan kelas yang berasal dari 7 sekolah dasar yang berbeda. Penelitian menyimpulkan arsitektur ruangan kelas adalah factor yang penting dalam menentukan performa akademik.

Faktanya, penelitian menyimpulkan lingkungan ruangan kelas dapat mempengaruhi perkembangan 25 persen akademik anak dalam tahun ajarnya. Oleh karenanya, parameter yang mesti dipertimbangkan ketika mendesain lingkungan pendidikan adalah orientasi ruangan kelas, cahaya, tingkat kebisingan, temperature, kualitas air, fasilitas penyimpanan, warna dinding dan lain sebagainya. Tidak diragukan bahwa penggunaan berlebihan warna yang terang dan karya seni bisa membuat lelah otak anak yang masih muda. Oleh karenanya, hal itu mesti dihindari.

(Disadur dari: gizmodo.in)