Upaya Mendorong Anak Introvert dalam Lingkungan Diskusi

21 November 2014 Solusi Pendidikan   |    Feliciany H T


Bagi Anda yang berprofesi guru, berikut ada sebuah ilustrasi. Saat Anda memimpin sebuah kelompok diskusi murid Anda untuk suatu projek, dan Anda mendapatkan seorang anak yang sama sekali tidak menyampaikan satu gagasan. Ia lebih memilih diam dan memperhatikan teman - temannya yang sedang asyik menyampaikan ide mereka. Namun, Anda mengetahui bahwa anak tersebut mempunya ide yang bagus, sebab ia mempunya nilai yang bagus pada tugas - tugas tertulis. Dan Anda juga tahu, bila Anda memanggil namanya, ia akan malu dan tergagap untuk berbicara.

Apakah Anda tahu tentang Introvert dan Extrovert? Introvert dan Extrovert merupakan bagian dari kepribadian, dimana Introvert merupakan kepribadian yang tidak menyukai keramaian dan lebih suka menenangkan diri dengan menyendiri, sedangkan Extrovert merupakan kepribadian yang suka meluangkan diri dengan banyak orang.

Dalam ilustrasi di atas dapat dikatakan bahwa anak tersebut tergolong introvert. Lalu, bagaimana sikap Anda untuk membantu anak tersebut? Berikut ini beberapa cara agar Anda dapat mengajak anak introvert untuk bisa berdiskusi di dalam kelompok:

1. Jangan membiarkan anak extrovert mendominasi pembicaraan

Anak extrovert sering kali membuat pembicaraan selalu berjalan. Namun, jangan biarkan ia mengambil alih semua pembicaraan. Ajak anak - anak lain juga untuk menyampaikan ide, pertama - tama ajak anak extrovert lainnya yang belum menyampaikan pendapat, lalu baru ajak anak introvert. Namun, bila anak introvert seperti ilustrasi di atas, dimana dia akan merasa canggung saat dipanggil namanya, cobalah cara untuk memancingnya berbicara seperti "Ada yang belum menyampaikan pendapatnya?"

2. Buat kelompok dengan sedikit anggota

Introvert akan lebih aktif bila mereka mempunyai ruang yang luas untuk berpikir dan tidak banyak orang. Untuk itu, coba pecah kelompok menjadi anggota yang lebih sedikit, baik untuk extrovert maupun introvert, atau biarkan mereka untuk berpikir sendiri. Menurut sebuah penelitian, banyak orang lebih mendapat ide dengan berpikir sendiri saat berdiskusi.

3. Lakukan dengan cepat

Saat melakukan diskusi dengan kelompok, berapapun banyak anggotanya, anak introvert akan lebih mencoba untuk aktif saat jangka waktu diskusi kurang dari 10 menit. Untuk sesi diskusi yang membutuhkan waktu yang lama, beri waktu istirahat sejenak agar anak introverts bisa berpikir kembali.

4. Coba gunakan metode menulis

Cobalah untuk meminta murid - murid Anda menyampaikan ide - ide mereka ke dalam tulisan. Setelah itu, tukarkan pendapat yang sudah ditulis tersebut kepada teman lainnya, dan minta mereka untuk menuliskan pendapat mereka tentang ide temannya. Tulis dengan warna tinta yang berbeda. Dengan suasana yang tenang, anak introvert akan lebih leluasa untuk menyampaikan pendapatnya.

Dalam hal ini, bukan berarti ekstrovert lebih baik dari pada introvert. Setiap kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Anak introvert adalah seorang pemikir yang keras, dimana ia butuh waktu dan ruang untuk berpikir. Untuk itu bila Anda ingin mengadakan sebuah diskusi, sampaikan sebelum hari diskusi tersebut, agar si anak dapat mempersiapkan diri terlebih dahulu.

(Disadur dari edudemic.com)