Perlunya Alasan Kuat untuk Memotivasi Anak dalam Belajar

24 Maret 2014 Solusi Pendidikan   |    Kholid Rosyidi MN


Seperti biasa tiap semester saya melakukan bimbingan evaluasi pada mahasiswa, setelah saya evaluasi ternyata indeks prestasinya dalam kategori rendah namun setelah saya bandingkan dengan test IQ yang mereka dapatkan saya mendapat perbandingan yang mencolok IQ mereka rata-rata baik ada juga yang sampai 110 tapi mengapa Indeks prestasinya rendah. Akhirnya saya menanyakan mengapa nilai Anda rendah semuanya padahal IQnya baik? Mereka semua menjawab "malas", alasan klise didunia pendidikan adalah malas. Saya tertarik mengapa mereka malas untuk belajar, ternyata mereka memang tidak punya kemauan dan motivasi untuk belajar, akhirnya saya teringat ketika saya kuliah dulu dan menceritakan pengalaman saya mengapa sangat semangat kuliah.

Saya dulu adalah seorang dengan kecerdasan rata-rata bahkan ada teman saya yang terkejut ketika saya menjadi seorang dosen karena saya memang tidak begitu pintar dulu. Saya sangat pemalas dan tidak suka dengan belajar. Saya sukanya bermain game. Perubahan besar yang terjadi pada saya dimulai ketika saya mengetahui betapa sulitnya kedua orang tua saya untuk mencari uang. Mereka menyekolahkan saya dengan berhutang dan saya tahu itu. Saya menangis mengetahui kenyataan tersebut dan dengan alasan itu saya termotivasi untuk rajin belajar dan menginginkan untuk menjadi yang terbaik dan lulus tepat waktu agar bisa sedikit membahagiakan kedua orang tua.

Sebenarnya tidak ada pengecualian antara zaman dulu dengan zaman sekarang. Banyak teman-teman dan beberapa senior di lingkungan kerja yang menyampaikan kalau kualitas siswa sekarang tidak seperti dulu. Meskipun banyak keterbatasan disana tetapi lebih semangat. Sekarang sudah banyak fasilitas tapi siswa malah tidak semangat. Menurut analisa saya, segi positif dari keterbatasan orang dahulu dalam belajar itulah yang menjadi motivasi untuk menjadi sukses. Namun segi negatif dari fasilitas yang ada sekarang adalah memanjakan para siswa untuk melalaikan dan melenakan mereka pada tindakan yang tidak profuktif karena banyaknya hiburan yang sangat mudah untuk didapatkan saat ini.

Inilah yang harus menjadi perhatian kita mengapa kita harus menanamkan pada para siswa untuk senantiasa mengingatkan bahwa masa depan yang ada tidak semudah yang mereka banyangkan. Banyak kompetisi yang ada didalamnya sehingga hanya orang-orang terbaiklah yang dapat melampauinya. Sisi positif dimasa sekarang adalah siswa sudah masuk dalam dunia informasi dan komunukasi digital. Semua bisa mengakses dengan mudah ilmu pengetahuan yang ada sehingga transfer ilmu dimasa sekarang lebih cepat dari pada masa lalu. Tetapi untuk itu perlu adanya kontrol dari para pembimbing atau guru untuk mengarahkan para siswanya dalam memanfaatkan era digital ini secara positif agar mereka tidak terjerumus dengan aktifitas yang melalaikan dan melenakan sehingga tujuan dari pendidikan dan pembelajaran tidak tercapai.

Solusi yang perlu diberikan oleh pembimbing dan guru adalah mengembangkan alasan yang kuat pada masing-masing siswa dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki agar siswa termotivasi untuk berubah. Alasan ini bukan yang dibuat-buat untuk menakut-nakuti tapi alasan yang sesuai dengan realita dan fakta yang ada.

(Penulis adalah seorang motivator)
Blog: kholidrosyidi.blogspot.com