Mari Lebih Memahami Kemampuan Buah Hati Kita!

4 Juni 2013 Solusi Pendidikan   |    Rosaria Lia


Jangan pernah berhenti belajar. Sering kali kita mendengar kalimat ini. Yup, memang benar. Di dalam hidup, siapapun dia, apapun posisinya, berapapun umurnya, jangan pernah berhenti belajar tentang segala sesuatu. Demikian juga dengan hal yang berhubungan dengan anak-anak kita. Jangan pernah berhenti belajar untuk memberikan yang terbaik untuk mereka. Sebagai orang tua, apa yang bisa kita berikan kepada anak kita? Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi acuan untuk membantu kita mengeksplorasi kemampuan si buah hati.

1. Pahami style belajar anak

Untuk meningkatkan kemampuan anak secara maksimal, orang tua hendaklah mengetahui style belajar anaknya.

§ Auditory

Apakah anak belajar dengan mengingat sesuatu dari suara seperti mendengarkan lagu atau cerita? Jika iya, anak bapak ibu berarti mempunyai kemampuan belajar secara auditory. Anak dengan tipe belajar auditory akan lebih cepat menyerap informasi atau pengetahuan dengan mendengarkan lagu atau cerita secara berulang-ulang.

§ Kinestetik

Anak dengan style belajar kinestetik akan lebih mudah menyerap pembelajaran dengan cara coba-coba. Ketika mereka belajar memecahkan masalah melalui eksperimen-eksperimen, pengalaman belajar tersebut akan lebih diserap oleh anak.

§ Visual

Anak dengan style belajar visual akan lebih mudah menyerap informasi dengan melihat video, gambar, buku bacaan dan segala sesuatu yang bisa dilihat secara visual.

2. Observasi

Lihat dan pelajari baik-baik perkembangan anak. Dengan memperhatikan tumbuh kembang anak secara detail, niscaya orang tua akan mengetahui style belajar dan karakter anaknya, sehingga orang tua bisa mendampingi anak.

§ Temukan minat belajar anak

Minat belajar anak sangat berhubungan dengan perkembangannya. Jika minat anak dapat diketahui sejak dini, maka pendampingan pada proses belajar anak bisa dilakukan untuk mendorong rasa keingintahuan dan minat anak tersebut. Hubungkan pula dengn style belajar, apakah anak mempunyai style belajar audiotory, kinestetik atau visual.

§ Perhatikan cara anak mengekspresikan diri

Dari cara mengekpresikan diri, orang tua bisa tahu bagaimana style belajar anak. Anak tipe belajar visual akan sangat terlihat dari ekspresi wajah, susah, senang, kecewa dan sebagainya. Tipe auditory kemungkinan besar akan mengunakan kata-kata untuk mengekpresikan diri dan tipe kinestetik akan lebih banyak menggunakan body language atau gerakan tubuhnya.

3. Penentuan Sekolah

Pastikan untuk memilih sekolah yang tepat untuk anak. Ketepatan pilihan ini bisa dilihat dari segi kurikulum, budaya, branding, fasilitas, visi misi dan lain sebagainya. Style belajar pun bisa menjadi acuan untuk memilih sekolah yang baik dan tepat. Untuk anak dengan style belajar kinestetik misalnya, mungkin mereka akan lebih tepat untuk bersekolah di Sekolah Montessory, dimana anak bisa bermain sambil belajar.

4. Explore kemampuan, atasi kelemahan

Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap anak pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai orang tua, kita harus bisa menemukan kelebihan dan kekurangan dari anak supaya bisa membantu perkembangan anak sesuai dengan kemampuannya.

Momentum tumbuh kembang merupakan fase yang tidak dapat diulang di masa pertumbuhan anak. Oleh karena itu, jangan lewatkan golden moment si buah hati. Selalu ada buat anak-anak kita, mendampingi mereka dalam masa perkembangannya, maksimalkan apa yang anak miliki, akan sangat berguna untuk masa depannya. Jangan berhenti di satu pengetahuan maupun informasi, perkembangan anak selalu berubah seiring jaman. Untuk melakukan yang terbaik dan memberikan hal yang mereka butuhkan, orang tua pun harus senantiasa belajar, membuka wawasan, melihat berbagai nara sumber sehingga bisa membantu perkembangan diri mereka secara maksimal.