Kepemimpinan Pembelajaran - Bagian 2

10 Desember 2013 Solusi Pendidikan   |    Jajang Suhendi


Dalam kepemimpinan pembelajaran fokus pada kegiatan mengajar dan mendidik para siswa agar memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi orang dewasa yang berhasil dalam menghadapi masa depan yang belum diketahui dan banyak tantangannya. Dalam kepemimpinan pembelajaran sangat menuntut sekolah sebagai organisasi yang memfokuskan pada pembelajaran yang meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar. Dengan fokus pada ketiga hal, kepala sekolah akan lebih banyak perhatian padanya.

Dalam kepemimpinan pembelajaran akan dijelaskan tentang arti, tujuan, dan pentingnya kepemimpinan pembelajaran. Dibahas pula karakteristik kepemimpinan pembelajaran yang efektif, bidang garapan kepemimpinan pembelajaran, dan strategi pelaksanaan kepemimpinan pembelajaran. Memang dari tahun ke tahun selalu ada saja perubahan termasuk tentang kepemimpinan pembelajaran. Peran kepala sekolah semakin hari semakin berbeda dengan peran-peran pada saat ini. Tinggal kita mampu memahami dengan selalu mengikuti perkembangan dan manfaatnya di dunia pendidikan.

Ada yang mendefinisikan tentang kepemimpinan pembelajaran sebagai upaya memimpin para guru agar mengajar lebih baik, yang pada gilirannya dapat memperbaiki prestasi belajar siswanya. Namun pengertian seperti di atas sudah kurang lengkap apabila dibandingkan dengan pengertian sekarang. Sasarannya hanya kepada guru saja, tidak memfokuskan sasarannya kepada siswa. Padahal tujuan pendidikan untuk mencerdaskan para peserta didik agar mampu mencapai kedewasaan dirinya. Hidup mandiri dalam menghadapi segala persoalan hidup dan mampu menjadi pembaharu dalam hal-hal yang dipandang baik menurut agama maupun baik menurut aturan negara.
Dalam kepemimpinan pembelajaran, kepala sekolah harus mampu menanamkan isi dan makna visi sekolahnya dengan baik. Dalam merumuskan visi dan misi sekolah, kepala sekolah melibatkan orang-orang yang memiliki kewenangan di dalam dunia pendidikan.

Mereka berpartisipasi dengan cara berbagi pendapat dalam menyusun visi dan misi tersebut. Kemudian semua pihak terkait untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Memang dalam kenyataannya sulit untuk mengimplementasikannya. Namun itulah tugas kita untuk mengubah cara dan kebiasaan lama di sekolah.
Kepala sekolah melibatkan orang-orang yang berwewenang dalam dunia pendidikan dalam mengelola sekolah, dalam mengambil keputusan dan kegiatan sekolah sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kepala sekolah melakukan dukungan terhadap pembelajaran yang dilakukan di kelas dan memfokuskan dirinya pada kepentingan belajar siswa. Jadi keadaan siswa menjadi prioritas utama agar situasi dan kondisi pembelajaran mencapai mutu atau kualitas yang diidam-idamkan oleh pihak sekolah, orang tua, masyarakat dan negara kita. Pelaksanaan pembelajaran siswa semua pihak terkait merasa terlibat di dalamnya.

Dengan kepemimpinan pembelajaran, kepala sekolah berperan untuk melakukan pemantauan terhadap proses belajar mengajar agar bisa lebih memahami apa yang sedang terjadi di dalam kelas. Tugas peningkatan kualitas dan prestasi belajar siswa tidak sepenuhnya diserahkan kepada para guru saja. Kepala sekolah harus lebih maksimal dibandingkan guru, karena dianggap orang yang lebih profesional dari pada guru. Sudah lebih dulu menduduki jabatan sebagai guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Apapun alasannya, dalam keseluruhan proses yang ada di sekolah, kepala sekolah harus lebih dominan dari pada guru. terutama dominan dalam semangat meningkatkan prestasi belajar warga sekolah.

Berbagai kesulitan dalam pembelajaran, kepala sekolah harus lebih dulu memahami bagaimana mencari solusinya yang terbaik. Dalam hal ini kepala sekolah menjadi fasilitator dalam mengetahui masalah dan mencari pemecahannya. Kepala sekolah harus bisa membantu guru dalam berbagai hal apabila guru buruh bantuan dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan pendidikan pada umumnya. Sekarang tidak hanya peningkatan prestasi siswa saja kita perhatikan setiap hari, maka prestasi mengajar dan belajar guru juga harus kita perhatikan. Kepala sekolah harus lebih dahulu untuk banyak belajar dan berlatih tentang hal yang berhubungan dengan pembelajaran dan pendidikan pada umumnya.

Kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin dalam pembelajaran dengan memfokuskan diri pada pembelajaran yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu kurikulum, proses belajar mengajar, penilaian hasil belajar, penilaian dan pengembangan guru, layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah. Semua komponen kurikulum harus dikuasai oleh kepala sekolah dengan sebaik-baiknya. Jangan sekali-kali tingkat kemampuan mengenai komponen kurikulum kepala sekolah lebih rendah dari guru. Sudah menjadi keharusan bagi kepala sekolah untuk memulai banyak belajar di berbagai sumber, selain belajar dengan membaca buku, kita tingkatkan belajar di warnet atau internet milik sendiri.

Diupayakan kepala sekolah banyak menuntut diri untuk selalu belajar dan berlatih tentang kepemimpinan pembelajaran tersebut. Tidak ada kata berhenti belajar dan berlatih bagi kepala sekolah setelah adanya konsep kepemimpinan pembelajaran. Terpenting bagi kepala sekolah selalu memiliki tujuan utama sebagai pelayan kepada semua siswa agar mereka mampu mengembangkan potensi kualitas dasar dan kualitas instrumentalnya untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Potensi kualitas dasar yang terdiri dari daya pikir, daya hati, daya fisik. Kualitas dasar dan kualitas instrumental menjadi pekerjaan rumah untuk dikerjakan oleh kepala sekolah.

Daya pikir meliputi cara berpikir deduktif, induktif, ilmiah, kritis, kreatif, inovatif, lateral, dan berpikir sistem. Yang pada awalnya kita kurang memahami tentang cara berpikir deduktif dan induktif, maka setelah membaca artikel ini bisa mencari pada buku dan internet. Tentu dalam hal ini kita harus mengetahui arti dan manfaatnya bagi kepala sekolah. Minimalnya kepala sekolah bisa saling berbagi lewat tulisan. Sehubungan berbagi secara langsung terbatas oleh ruang dan waktu, maka kegiatan menulis menjadi sarana lebih efektif dari pada sarana lewat berbicara secara lisan. Begitu juga kepala sekolah harus menemukan arti dan manfaat dari cara berpikir ilmiah, kritis, kreatif, inovatif, lateral, dan berpikir sitem.

Tidak cukup kita membaca sekali atau dua kali setelah kita menemukan istilah-istilah tentang cara berpikir di atas. Kita dituntut untuk banyak mempermahir pemahamannya dengan menuliskannya. Kegiatan menulis seperti itu akan memperkuat daya pikir lebih tahan lama di otak dan pikiran. Cara berpikir deduktif bagi kepala sekaolah bisa digunakan dalam setiap pembicaraan secara lisan. Adanya komitmen pada apa yang kita bicarakan. Berbeda dengan orang yang tidak mengetahui cara berpikir seperti itu, pembicaraannya terkadang tidak sistematis dan tidak memiliki pola tertentu. Dengan pemahaman pada kepemimpinan pembelajaran bagi kepala sekolah, semua kata dan istilah tentang cara berpikir akan menjadi modal dasar dalam bekerja.

Kemudian setelah kepala sekolah mendalami cara berpikir, kita tingkatkan pula pemahamannya pada daya hati yang meliputi kasih sayang, empati, kesopanan, kejujuran, integritas, kedisiplinan, kerjasama, demokrasi, kerendahan hati, perdamaian, respek kepada orang lain, tanggung jawab, toleransi, dan kesatuan serta persatuan. Bagi saya juga sangat sulit untuk mempraktekkan bagaimana agar hati kita sesuai dengan kebenaran. Namun kita sadari dari pada aktivitas berpikir dan aktivitas perasaan setiap saat tidak difokuskan pada unsur-unsur daya hati akan berkarat dan membahayakan kepribadian kita. Dengan perhatian pada kebenaran juga sering terganggu kita melakukan kesalahan, apalagi kita tidak antusias pada kebenaran. Akan terjadi kebamblasan pola pikir dan pola rasa kita.

Sekarang ada istilah kecerdasan spiritual yang diciptakan oleh Pak Ary Ginanjar sangat penting kita pelajari agar hati kita selalu waspada akan setiap gangguan yang dating secara tiba-tiba. Pada saat kita lengah perasaan-perasaan buruk selalu muncul dengan mudahnya. Sedikitnya dengan mengetahui arah dan sumber datangnya perasaan dan pikiran negative bisa disangkal dengan mudah. Berbeda dengan orang yang tidak ada perhatian pada masalah gangguan terhadap hati dan pikiran kita. Mereka sering mengatakan bahwa meninggalkan merokok itu sulit, selain mengaji Al-Quran dikatakan wenang dilanggarnya karena alasan bukan mengaji, dan berbagai dalih lainnya. Seolah-olah untuk menghindari apa yang dianggap kurang perlu itu sulit dan dianggap wajar untuk dilakukannya.

Kita harus mempunyai pilihan mana yang terbaik dari yang baik dan mana yang baik dari yang kurang atau tidak baik. Pilihan kita tentu pada hal yang terbaik apabila yang terbaik itu ada di hadapan kita. Dan kita memilih yang baik apabila yang baik itu ada di hadapan kita. Selama kita tidak kepepet dan tidak ada jalan lain lagi kita terpaksa memilih yang kurang baik misalnya. Hidup kita dalam pilihan, maka peran hati dan pikiran kita sangat penting kita jadikan barometer dalam menentukan pilihannya. Menjadi kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang baik. Di dalam kepemimpinan pembelajaran yang baik selalu ada kata dan istilah daya pikir dan daya hati itu. (bersambung ke bagian 3)

Artikel Sebelumnya: http: //www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/kepemimpinan-pembelajaran-bagian-1.html

(Penulis adalah seorang guru di Cijedal-Pandeglang-Banten)
Blog: http://js-ruangberbagi.blogspot.com/