Jam Belajar Sekolah yang Singkat atau Panjang, Mana Lebih Baik?

17 Juli 2014 Solusi Pendidikan   |    Arief Widiatmoko


Tipikal sekolah di Indonesia memiliki jam belajar berkisar antara 6-8 jam. Dengan jam belajar yang cukup panjang untuk bisa melakukan banyak kegiatan seperti membaca, menulis, berhitung, dan mata pelajaran lainnya. Tapi itu mungkin tidak cukup bagi siswa untuk bisa benar-benar maju.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh pusat pengembangan Amerika, Progressive Washington Think Tank, meneliti sekolah menengah yang menerapkan pembelajaran ekstra sebagai bagian dari program mereka. Disini mereka mengharuskan siswa untuk mengambil ekstra jam untuk belajar, bukan siswa secara sukarela menambah jam pelajaran mereka. Beberapa kepala sekolah menambah beberapa jam untuk hari sekolah siswa. Sedangkan yang lainnya menambah hari pada tahun ajaran mereka, memanjangkan kegiatan belajar hingga liburan sekolah.

Bagaimana sekolah melakukannya sangat beragam, tapi kenapa sekolah melakukannya hal ini lebih jelas. "Menambah jam belajar mungkin satu-satunya cara untuk mengejar ketertinggalan anak dan menempatkan mereka pada jalur yang benar hingga masa produktif mereka," kata Cindy Brown, pimpinan Pusat Pengembangan Amerika.

Untuk siswa yang menghabiskan 8 jam di sekolah atau kampus dan merasa itu cukup, ada berita bagus. Tambahan waktu tidak dibutuhkan di kelas. Faktanya adalah, beberapa program sukses membawa siswa kedalam kampus atau dunia kerja yang sesungguhnya dalam bentuk magang. Sangat sederhana, banyak siswa sekolah menengah harus bekerja. Sekolah yang bisa membuat ini bisa dilakukan, dan sekolah juga memberikan kesempatan untuk menguji karir atau ketertarikan mereka dibidang karir tertentu, akan mendapatkan nilai tinggi dari siswa mereka.

Lebih lama tidak menjamin lebih baik. Tetapi ketika dikombinasikan dengan program yang kuat dari sekolah, harapan yang tinggi, dan dukungan tambahan, jam belajar yang panjang bisa membantu menyiapkan siswa. Bukan hanya untuk masa kuliah, tapi juga untuk kehidupan.

(Disadur dari: education.com)