Guru Hebat Tidak Mengajar?

13 Mei 2014 Solusi Pendidikan   |    Arief Widiatmoko


Mungkin sudah umum ketika guru mengajarkan materi pelajaran, menyiapkan siswa dengan ilmu yang dikemudian hari berguna. Di era sekarang, sudah saatnya guru memikirkan cara agar siswanya memiliki alasan yang kuat untuk mempelajari kemampuan atau pengetahuan baru dan kemudian guru memberikan kesempatan siswanya menunjukkan apa yang telah mereka pelajari dengan apa yang bisa siswa lakukan. Dan proses pembelajaran ini disebut dengan project-based learning (pembelajaran berbasis proyek).

Guru yang hebat akan membuat siswa terus tertarik untuk datang ke sekolah, siswa tertarik untuk melihat hal yang baru apa yang bisa mereka eksplor dan temukan di sekolah.

Filosofi yang mendukung seorang guru yang hebat ini sangat sederhana. Siswa belajar dalam kondisi terbaik mereka ketika siswa mengontrol apa yang mereka pelajari. Siswa harus melakukan angkat beban "belajar" dan tidak ada yang bisa guru katakan atau lakukan untuk mengubah hal tersebut. "Belajar" sesungguhnya memerlukan praktek, bukan mendengarkan atau hanya mengamati. Dan kita akan menemukan di banyak sekolah dan universitas, guru mengajar dan siswa mendengarkan.

Kata "Guru" berarti menyalurkan pengetahuan dan kemampuan dari seseorang ke orang lain. Apakah dengan melakukan pengajaran, atau melakukan presentasi, hal itu melibatkan pembicaraan dengan siswa. Dan hal ini secara umum dilihat sebagai cara paling cepat dan paling gampang untuk memberikan ilmu atau kemampuan, tapi kita semua menyadari bahwa itu bukan cara paling efektif. Socrates benar ketika dia hanya menjawab sebuah pertanyaan yang mempunyai lebih pertanyaan dan dia menghasilkan - otak terhebat yang pernah hidup.

Benar, ada saatnya ketika instruksi langsung dibutuhkan, tapi hal ini akan lebih relevan ketika mereka melakukan instruksi tersebut. Siswa harus melakukan sesuatu untuk belajar.

Dan kembali ke judul artikel ini guru yang hebat tidak mengajar. Guru yang hebat memberikan dorongan untuk siswa memiliki alasan kuat untuk belajar dan selama proses belajar mereka, mereka mengajar diri mereka sendiri. Pengetahuan dan pengalaman ini kemudian menjadi permanen dan tersimpan dalam diri mereka.

Mengajarkan siswa untuk menggali lebih dalam pengetahuan atau kemampuan, inti umumnya adalah Action (Pelaksanaan), dan disini guru memberikan akses siswa untuk belajar dalam project-based learning di sekolah.

(Disadur dari: edutopia.org)