Flipped Classroom vs Traditional Classroom

10 Januari 2014 Solusi Pendidikan   |    Arief Widiatmoko


Flipped classroom semakin dan semakin umum ditemukan, baik itu di kelas umum ataupun di kegiatan kelas online. Flipped classroom memberikan cara yang mudah untuk menghadirkan perubahan (positif) seperti membawa lebih banyak perhatian siswa ke dalam kelas dan memberikan guru cara memanfaatkan teknologi yang ada di kelas.

Jika flipped classroom masih terdengar baru atau mungkin sedikit mengetahui mengenai konsep ini, coba perhatikan beberapa informasi mengenai flipped classroom dibawah ini:

Flipped classroom adalah...

Flipping (membalik) kelas melibatkan perubahan bagaimana mengajar di kelas, dimana pengajaran dilakukan di luar kelas - secara umum dengan menggunakan video pengajaran, siswa bisa melihatnya di rumah mereka diwaktu luang mereka untuk belajar.

Dengan itu, Guru memiliki waktu di kelas untuk aktivitas lain, studi kasus, lab dan memberikan siswa perhatian khusus.

Kenapa Flipped Classroom?

Fakta selain guru bisa lebih baik lagi menghabiskan waktunya membantu siswa dibandingkan mesti mengajar mereka. Ada beberapa keuntungan lain dari flipped classroom yang menjadikannya sebuah ide yang segar di kelas.

  • Interaksi guru dan siswa yang lebih baik
  • Kemampuan mengingat kembali pengetahuan
  • Meningkatkan nilai tes
  • Siswa yang tidak masuk dapat mengejar ketertinggalan lebih baik
  • Konten arahan selalu tersedia
  • Keterlibatan siswa dalam pengajaran meningkat
  • Arahan yang lebih khusus ke masing-masing siswa
  • Siswa yang maju bisa dengan mudah mempelajari materi ke depan
  • Siswa yang kesulitan dengan pelajaran bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan


Apa yang dipikirkan Guru?

  • 85% guru melihat peningkatan nilai siswanya
  • 30% guru lebih terhubung dengan siswanya diluar kelas
  • 25% guru memakai jam kelas untuk lebih mengeksplor pelajaran lebih dalam
  • 23% guru mengatakan kelas mereka berubah menjadi lingkungan belajar yang lebih interaktif
  • 83% guru yang belum pernah melakukan flipped classroom bilang mereka ingin mempelajariya lebih dalam lagi
  • Di sebuah studi kasus, kegagalan di pelajaran bahasa inggris, matematika, pelajaran sosial dan tingkat smp kelas 3 secara keseluruhan menurun menjadi 30 %
  • Di sebuah studi kasus yang sama, siswa yang hadir lebih banyak, dan kedisiplinan meningkat


Apakah membantu siswa?

  • Di sebuah studi kasus, 75% siswa mengatakan mereka lebih menyukai pengajaran tradisional dibandingkan flipped classroom. Setelah pelaksanaan flipped classroom, 90% dari siswa mengatakan mereka lebih menyukai model pengajaran yang baru
  • Di studi kasus yang lain, kelulusan ujian meningkat dari 30% menjadi 75%, termasuk 9 dari 10 siswa dengan pendidikan khusus
  • Di sebuah universitas yang menerapkan flipped classroom, mereka melihat 15% lebih sedikit nilai D dan F.


(Disadur dari: edudemic.com)