Cara Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Belajar

25 Juli 2014 Solusi Pendidikan   |    Arief Widiatmoko


Penelitian telah menunjukkan bahwa meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar dapat meningkatkan perhatian dan fokus mereka, memotivasi mereka untuk mempraktekkan skill pemikiran kritis tingkat tinggi, dan mempromosikan pengalaman yang berarti. Guru yang menerapkan pendekatan berpusat pada siswa kedalam instruksi meningkatkan kesempatan untuk keterlibatan siswa. Yang kemudian akan membantu semua orang untuk lebih sukses mencapai objektif pembelajaran.

Flipping Classroom

Dalam rangka mengerti lebih baik mengenai kebutuhan individu mengenai pembelajaran di sekolah Flipping Classroom bisa menjadi solusi. (baca: Flipped Classroom vs Traditional Classroom )

Strategi pengajaran inklusif

Pengajaran inklusif berarti mengajar dengan tidak mengesampingkan siswa, secara sengaja ataupun tidak, dalam kesempatan untuk belajar.

Pembelajaran aktif

Pembelajaran aktif memerlukan siswa untuk berpartisipasi dalam kelas, dibandingkan dengan duduk dan mendengarkan. Strategi ini melibatkan, sesi singkat pertanyaan dan jawab, diskusi kelas diintegrasikan dalam pengajaran, dan tugas menulis, kegiatan tangan, kegiatan belajar percobaan. Seperti bagaimana kamu berpikir mengintegrasikan pembelajaran aktif dalam pengajaran, pertimbangkan cara untuk menentukan ekspektasi yang jelas, mendesain strategis evaluasi yang efektif, dan menyediakan arahan yang baik.

Diskusi yang dinamik

Diskusi yang baik bisa menjadi cara yang ampuh untuk mendorong siswa belajar. Diskusi yang berhasil jarang terjadi secara spontan. Mempersiapkan diawal waktu bisa menolong untuk tetap fokus dan menentukan parameter yang baik. Ini akan membuat kelas bisa membahas topik penting dari banyak perspektif, kemudian meningkatkan keingintahuan siswa, dan melibatkan lebih dengan konten belajar.

Kelas besar

Kelas yang besar (100 lebih siswa) tidak harus dibatasi hanya untuk pembelajaran dengan guru mengajar. Banyak guru di kelas yang kecil memiliki strategi sukses untuk meningkatkan partisipasi aktif, tapi ini akan sangat susah jika strategi ini diartikan kedalam format kelas yang besar. Di kelas besar, partisipasi bisa didisain agar siswa dengan aktif memecahkan masalah. Berinteraksi dengan teman lainnya dan guru, dan meneruskan materi pengajaran.

Teknologi

Di ruang kelas - teknologi seperti computer, tablet, wireless, interaktif board, dan alat bantu mengajar lainnya berubah dengan cepat. Alat bantu ini memiliki potensi yang tinggi untuk membantu siswa belajar dengan cara yang kreatif dan inovatif ketika diarahkan dengan benar oleh guru mengenai tujuan pembelajaran dan konten pembelajaran.

Jam Kerja

Setelah guru selesai mengajar di kelas, persilahkan siswa untuk mendapat kesempatan menanyakan pertanyaan yang mendalam dan untuk mengeksplor poin atau kebingungan atau ketertarikan mereka dan tidak bisa secara penuh dijelaskan di kelas. Sangat penting untuk guru untuk mendorong siswa mereka untuk datang di jam kerja guru dan menggunakan waktu ini dengan efektif.

(Disadur dari: washington.edu)