BYOD: Bring Your Own Device

22 April 2013 Solusi Pendidikan   |    Rosaria Lia


BYOD atau Bring Your Own Device menjadi tren cara baru dalam belajar. Terminologi ini muncul seiring dengan perkembangan teknologi yang dewasa ini semakin tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan dunia edukasi.

Jika kita lihat perkembangan yang terjadi di sekitar kita. Anak-anak sangat akrab dengan teknologi dan dengan cepat mengikuti tren yang ada. Anak sangat menyukai hal-hal yang berbau teknologi sehingga dengan cepat mengadaptasi tren teknologi, sebut saja: laptop, gadget, dan smart phone terbaru. Cukup dengan pegang, utak-utik sebentar dan dengan cepat mereka bisa menggunakan alat tersebut.

Apa itu BYOD?


Perkembangan ini yang mengubah pula cara belajar anak didik kita di sekolah. Bring Your Own Device adalah cara belajar baru dimana siswa-siswi membawa sendiri device yang akan mereka gunakan untuk browsing dan belajar, dari smartphone hingga laptop.

Kita sebagai praktisi pendidikan pun tidak bisa menutup mata dengan perkembangan cara belajar dan cara penyerapan informasi yang dilakukan oleh anak didik kita. Cara belajar positif yang dilakukan menggunakan device yang bermacam-macam ini hendaklah didukung dengan bimbingan dan pengawasan yang baik dari guru maupun sekolah.


Apa yang menjadi challenge untuk mengimplementasikan BYOD di sekolah?

BYOD akan selalu ada dan bahkan berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun. Perkembangan peralatan teknologi ini yang tidak bisa dicegah dengan membatasi anak didik dalam menggunakannya sehari-hari.

Lalu bagaimana bimbingan dan pengawasan ini dilakukan di sekolah?


Mobile device yang dapat mengakses internet di lingkungan sekolah harus disertai dengan peraturan-peraturan sekolah untuk mengatur penggunaannya

  • Jaga network sekolah untuk selalu terhindar dari virus yang tidak diinginkan
  • Bimbingan secara terus menerus dari guru terhadap anak didik mengenai penggunaan internet secara positif dan bertanggung jawab


Salah satu solusi untuk memaksimalkan penggunaan internet dalam belajar di sekolah adalah web filtering. Dengan solusi webfiltering dari Smoothwall, konten berita, foto, video, games dan lain-lain dapat difilter. Proses filterisasi konten ini yang menjaga flow informasi apa dan bagaimana yang akan dilihat oleh anak didik kita.

Dengan mengizinkan anak didik untuk membawa device masing-masing, maka sekolah berkewajiban untuk mengontrol dan mengawasi penggunaannya dalam ruang lingkup pendidikan. Melalui reporting yang diberikan, administrator dapat mengecek pengguna dan pelaku aktivitas website, yang bisa dibagi dalam berbagai methodologi: Siapa? Apa? Kapan? Dimana? Reporting yang secara mendetail dan real time akan membantu sekolah untuk mengkaji lebih jauh mengenai efektifitas penggunaan fasilitas internet yang tersedia.


Bandwith managemen atau pengaturan bandwith dapat dilakukan untuk mendukung proses belajar mengajar. Sistem ini memungkinkan sekolah untuk memilih siapa yang boleh mengakses internet dengan kecepatan tinggi dan sedang, maupun berapa kuota yang bisa dipakai oleh orang-orang yang tertentu, misalnya kepala sekolah dan guru bisa mendapatkan quota lebih tinggi untuk pengajaran dibandingkan dengan quota murid maupun public area sekolah.

Flexibiltas managemen tersebut sangat mendorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang melek IT, namun sekaligus terkontrol. Semua bisa menikmati browsing dengan baik, sehingga pembelajaran dan update pengetahuan bisa dilakukan secara modern dan kondusif.

Jangan pernah menutup diri dari perkembangan zaman yang ada, mari kita hadapi dengan lebih pintar dan bijaksana. Yuk terus belajar bersama kesekolah.com.