Bingung Memilih Jurusan? Coba Gap Year!

31 Oktober 2014 Solusi Pendidikan   |    Feliciany H T


Mungkin sebagian orang bingung memikirkan jurusan kuliah yang diinginkan setelah mereka lulus dari SMA atau SMK. Mungkin Anda sedang mengalaminya? Pastinya Anda tidak ingin menyesal saat mengambil jurusan kuliah bukan? Nah, Anda bisa mencoba gap year!

Apa itu gap year? Memang sebagian orang di Indonesia masih asing dengan kata tersebut. Gap year merupakan masa dimana seseorang keluar dari aktivitas rutinnya, seperti pekerjaan atau kegiatan belajar, untuk mencari pengalaman baru. Gap year biasanya diambil saat setelah lulus SMA/SMK atau sebelum memasuki perguruan tinggi.

Selama gap year ini, mereka melakukan kegiatan seperti mengikuti kursus, volunteering, magang, atau jalan - jalan. Gap year sendiri sangat popular di negara maju. Seperti di Amerika, remaja lulusan SMA mengambil gap year untuk mengambil kursus bahasa, kursus matematika, kursus seni, sampai berbinis. Sedangkan di Eropa, remaja lulusan SMA memilih untuk travelling selama gap year. Travelling dilakukan untuk mengembangkan pikiran, kepercayaan diri, pengalaman, hingga mencari info jurusan kuliah.

Mengapa harus mengambil gap year? Mengambil gap year sebelum memasuki kuliah bukan berarti Anda menganggur atau malas. Justru gap year disarankan untuk lebih mengenal apa yang Anda minati atau mengenal sesuatu yang baru. Jadi, Anda tidak akan mengalami dengan namanya salah jurusan. Berikut ini beberapa alasan lain untuk mengambil gap year:

Memiliki kemampuan yang lebih baik saat kuliah

Banyak sekali laporan dari universitas-universitas terkenal mengungkapkan bahwa mahasiswa yang mengambil gap year memiliki nilai GPA/IPK yang tinggi dan lebih aktif dalam kegiatan kuliah. Bahkan, Harvard University menyarankan bagi calon mahasiswanya untuk mengambil gap year sebelum mendaftarkan diri.

Menemukan apa yang Anda minati lebih dulu sebelum Anda kuliah

Sering sekali calon mahasiswa terburu - buru untuk memilih jurusan. Karena terburu - buru tersebut, mereka baru menyadari bahwa jurusan tersebut bukanlah yang mereka minati dan akhirnya pindah jurusan. Hal tersebut pastinya memakan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, gap year dapat memberikan waktu berpikir yang lebih panjang untuk menemukan hal yang sangat Anda minati.

Lebih mudah beradaptasi dengan tempat baru

Selama gap year, Anda akan dipaksa untuk berbaur dengan lingkungan baru, teman- teman baru, dan mungkin bahasa atau kebiasaan baru yang belum Anda ketahui. Kehidupan kuliah juga akan membutuhkan kondisi yang sama, sehingga Anda akan lebih siap untuk mengangani kondisi tersebut.

Mengejar pelajaran yang tertinggal di saat SMA/SMK

Sering tertidur saat pelajaran Bahasa Inggris? Selama gap year, Anda dapat mengambil kursus Bahasa Inggris atau dapat ke luar negeri untuk belajar berkomunikasi langsung. Atau mungkin tidak terlalu menangkap pelajaran Sejarah? Anda dapat berkeliling mengunjungi museum - museum sejarah yang ada. Gap year memberikan waktu bagi Anda untuk memperbaiki pelajaran yang kurang Anda mengerti saat SMA/SMK dan menjadi bekal untuk kuliah nantinya.

Janganlah terburu - buru untuk mengambil keputusan agar tidak menyesal di kemudian hari.

Nah, berminat mencoba gap year?

(Disadur dari huffingtonpost.com)