Active Learning

19 September 2014 Solusi Pendidikan   |    Rosaria Lia


Bagi anak-anak, belajar semata-mata bukan hanya duduk di kelas dan mendengarkan bapak ibu guru mengajar. Belajar bisa diartikan dalam makna yang lebih luas, bahkan tidak terbatas. Anak-anak bisa belajar dari guru, teman sekelas, orang tua dan masyarakat pada umumnya. Media belajarnya pun bukan hanya dari buku saja, melainkan dari berbagai media seperti tv, internet, pergaulan sosial dan sebagainya.

Bagaimana peran serta sekolah yang menjadi salah satu pendidikan dasar mereka? Apa yang harus dilakukan oleh sekolah sehingga anak didik bisa mengikuti perkembangan era globalisasi yang mau tidak mau harus dihadapi? Banyak hal yang bisa dilakukan dan Mr. Edol percaya para pelaku institusi pendidikan di Indonesia pun mulai mengarahkan pola didik anak ke arah yang bertujuan untuk menyiapkan generasi yang potential di jamannya. Sebagai pendidik, kita memang harus selalu aktif mencari formula dan cara yang tepat dan efisien yang sesuai dengan perkembangan anak didik.

Cara belajar active learning menjadi salah satu cara belajar yang digalakkan dewasa ini. Sebagaimana anak dituntut untuk lebih mandiri, proaktif dan percaya diri baik dari segi akademik maupun emosional, maka peran guru pun berubah dari pendidik yang memberikan segala sesuatu secara satu arah, menjadi fasilitator aktif dimana guru lebih banyak menggali kemampuan anak, sehingga anak lebih proaktif dan kreatif untuk mengekspresikan pendapat, ide dan mengembangkan pengetahuannya.

Bagaimana active learning ini bisa dicapai? Teknologi merupakan salah satu media yang tidak bisa dipungkiri untuk menjadikan hal ini terjadi. Kita lihat bagaimana peran teknologi dalam kehidupan kita secara global, yang tentu saja merambah ke dunia edukasi. Kita bisa lihat, bagaimana anak didik kita sangat cepat menggunakan smart phone dan mengotak-atiknya. Juga bagaimana mereka sangat gape browsing informasi melalui internet. Hal ini membuktikan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak di masa sekarang sangat tertarik dan terbiasa dengan dunia teknologi dibandingkan dengan masa anak-anak kita di waktu 5 hingga 10 tahun yang lalu.

Melihat fakta yang ada, kita sebagai tenaga pendidik pun harus jeli dalam memanfaatkan teknologi untuk di blend dengan cara belajar mengajar di sekolah. Projektor interaktif bisa menjadi solusi. Dengan papan tulis digital ini, guru bisa menjadi lebih kreatif dalam pengajaran. Semua materi pembelajaran yang telah disiapkan dalam power point bisa diajarkan dengan lebih interaktif. Tulisan dan gambar bisa dicorat-coret untuk ditambahkan catatan-catatan penting. Dengan koneksi internet yang memadai, guru bisa langsung browsing informasi yang mendukung materi pelajaran yang diajarkan, sehingga lebih memperkaya lagi materi belajar yang ada. Bahkan semua materi yang diajarkan di papan tulis digital ini, bisa direkam. Pengajaran guru selama waktu belajar pun bisa disimpan untuk dibagikan ke anak didik sehingga mereka bisa mengulang kembali materi belajar yang diajarkan melalui video tersebut di rumah masing-masing.

Selain menggabungkan teknologi dalam belajar, guru juga bisa menerapkan sistem belajar project based learning untuk mengasah pola pikir dan pola belajar aktif anak didik. Melalui metode project based learning, anak diberikan satu project untuk diselesaikan. Hal ini akan mengembangkan kemampuan anak untuk berfikir logis dan kreatif baik secara individu maupun kelompok. Dasar metode ini adalah penggabungan dari beberapa skill dasar untuk menyelesaikan suatu study case. Sebagai contoh untuk pelajaran matematika mengenai pengukuran, anak didik diminta untuk memindahkan benda dari tempat A ke titik B dengan berbagai rintangan yang ada. Dari sini, mereka akan berfikir kreatif bagaimana cara yang harus digunakan, pengukuran, berbagai kemungkinan untuk membuat pemindahan itu berhasil. Menempatkan mereka dalam kelompok akan mendorong kemampuan mereka untuk berdiskusi, mengemukakan pendapat, berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman dalama kelompok. Dari hasil diskusi yang dilakukan, anak didik akan dipandu untuk membuat laporan dan mempresentasikannya di depan kelas. Dari sini pun mereka belajar mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan laporan yang telah mereka buat.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menggali kemampuan siswa secara maksimal. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mendorong anak mempunyai mindset untuk selalu berfikir out of the box. Jika sejak dini mereka dilatih untuk mengungkapkan ide dan mengeksplore talenta yang mereka punya, maka kelak mereka akan mempunyai bekal kemampuan dan modal pengetahuan yang baik untuk melakukan hal melebihi apa yang bisa mereka lakukan sekarang. Yuks selalu mengembangkan diri dan kemampuan melalui active learning bersama Mr. Edol dan kesekolah.com.