6 Teknik Mengajar yang Perlu Diketahui

11 November 2013 Solusi Pendidikan   |    Arief Widiatmoko


Edukasi, seperti hampir semua bidang di kehidupan sosial kita, telah berubah sangat drastis belakangan ini. Teknik mengajar tradisional, yang mendasarkan pada guru mengajarkan sebuah topik dan siswa mencatat mungkin kadang masih diperlukan di pengajaran, tetapi edukasi yang berkembang sekarang lebih menekankan untuk siswa membangun rasa keinginan tahuan mereka untuk belajar hal baru.

Beberapa teknik mengajar telah berkembang mengikuti perubahan yang ada di dunia edukasi. Banyak dari teknik mengajar yang ada sebenarnya bukan hal yang baru. Namun penggunaan teknologi di ruangan kelas telah memberikan sebuah ruang untuk guru menggunakan ide lama dengan cara baru.

Di bawah adalah 6 teknik mengajar yang populer yang muncul dari integrasi teknologi dalam edukasi:

1. Flipped Classroom

Flipped Classroom , teknik ini pada dasarnya untuk mendorong siswa supaya lebih aktif dalam mempersiapkan pelajaran sebelum kelas dimulai. Dengan itu, kelas menjadi sebuah lingkungan yang dinamik dimana siswa mengembangkan apa yang telah mereka pelajari. Siswa menyiapkan sebuah topik di rumah dimana jam kelas di keesokan harinya bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan apapun berkaitan dengan topik pelajaran. Dengan ini siswa belajar mengasah pemikiran mereka dan mendalami keingintahuan yang mereka miliki.

2. Mendesain Pemikiran (Bedah Kasus)

Teknik ini berdasarkan pada memecahkan kasus nyata melalui analisis grup, bertukar pikiran (brainstorming), inovasi dan ide kreatif. Meskipun "Mendesain Pemikiran" adalah sebuah metode terstruktur, dalam prakteknya metode ini bisa menjadi berantakan dimana dalam beberapa kasus tidak tersedia solusi.

Bagaimanapun, metode kasus menyiapkan siswa untuk dunia nyata dan membangkitkan rasa ingin tahu, skil analisis dan kreativitas. Teknik ini sering digunakan di Kelas Master (MBA) untuk menganalisis kasus nyata yang dialami oleh perusahaan-perusahan di masa lalu.

3. Belajar Mandiri

Rasa ingin tahu masih menjadi pemicu untuk keinginan belajar. Sebagai prinsip dasar untuk pembelajaran, sangat tidak masuk akal untuk mengingat begitu banyak teks dimana mereka akan susah mengigat atau dengan mudah melupakan. Kuncinya di sini adalah untuk fokus pada menelusuri sebuah area dimana mereka tertarik untuk mempelajarinya sendiri.

Sebuah teknik paling umum yang digunakan untuk belajar mandiri adalah penggunaan "Mind Maps (Pemetaan Pikiran)". Guru bisa membuat sebuah simpul tengah pada Mind Map dan memberikan kesempatan pada siswa kebebasan untuk mengembangkan dan memperluas ide. Sebagai contoh, jika fokusnya adalah tubuh manusia, beberapa siswa mungkin akan membuat Mind Maps pada organ, tulang, penyakit yang mempengaruhi tubuh manusia. Nanti siswa bisa mengevaluasi berdasarkan Mind Maps yang telah mereka buat dan dapat berdiskusi bersama untuk saling mengembangkan masing-masing Mind Maps dan memberikan pengertian yang komprehensif atas tubuh manusia.

4. Gamification

Belajar lewat memainkan permainan adalah sebuah metode yang sudah didalami oleh beberapa guru, terutama di pendidikan sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Dengan menggunakan permainan, siswa bisa belajar tanpa mereka menyadarinya. Oleh karena itu, belajar melalui bermain atau Gamification adalah teknik belajar yang bisa sangat efektif untuk semua umur. Teknik mengajar ini juga sangat bermanfaat untuk menjaga siswa tetap termotivasi.

Guru harus mendesain permainan yang sesuai dengan siswa mereka. Yang mesti dipertimbangkan adalah usia dan pengetahuan mereka. Dimana membuat mereka cukup tertarik untuk memberikan ekstra motivasi. Satu ide mungkin bisa mendorong keingintahuan siswa untuk membuat quiz online pada topik tertentu. Siswa bisa menantang temannya untuk mengerjakan test dan melihat siapa yang dapat skor tertinggi. Dengan cara ini, siswa bisa menikmati kompetisi dengan sesame dimana juga menyenangkan dan belajar.

5. Media Sosial

Media social bisa dimanfaatkan untuk edukasi, sebuah contohnya adalah edmodo, sebuah jejaring social seperti facebook sebagai tempat di dunia maya untuk bertukar pikiran antar guru, dan guru dengan siswa. Dimana guru bisa berbagi materi pembelajaran, ataupun mengeset tugas kepada siswa. Jejaring sosial juga bisa dijadikan tempat berdiskusi mengenai pelajaran yang diajarkan di sekolah.

6. Alat Mengajar Online Gratis

Terdapat banyak alat mengajar online gratis yang dapat guru gunakan untuk mendorong keingintahuan, partipasi dan rasa tidak membosankan ke dalam ruangan kelas. Guru bisa membuat sebuah lingkungan ruang kelas yang interaktif dan dinamis dengan menggunakan, misal, kuis online untuk mengetes pengetahuan siswanya.

(Disadur dari: www.examtime.com)