5 Skill yang Dibutuhkan Anak untuk Masa Depan Lebih Baik

14 April 2015 Solusi Pendidikan   |    Feliciany H T


Secara umum, pendidikan berfokus pada membaca, menulis, dan berhitung. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi, ahli pendidikan perlu mengevaluasi apakah ketiga skill tersebut cukup untuk membuat anak didiknya berhasil dalan sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sehari - harinya.

Untuk itu, pada Pearson tahun 2014, tentang "The Learning Curve" mengungkapkan terdapat 5 keterampilan yang dibutuhkan anak dari sekarang agar sukses di abad ke-21 ini:

Leadership

Leadership atau kepemimpinan sudah dibahas oleh banyak ahli selama bertahun - tahun. Belajar kepemimpinan tidaklah mudah, mereka harus menggali ilmu tersebut sendiri. Leadership bukan berarti kekuasaan penuh untuk mengatur orang lain. Sebaliknya, leadership bertujuan untuk membina kerja sama, bekerja untuk menunju tujuan yang sama, dan bertindak sebagai pemimpin dalam peran apapun.

Pengetahuan digital

Pengetahuan digital merupakan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital untuk mencari, memanfaatkan, dan membuat informasi baru. Tidak seperti skill leadership, meningkatkan kemampuan digital memerlukan proses yang nyata, dengan alat yang tersedia. Namun, salah satu kesulitan dalam mengajarkan kemampuan digital adalah pengetahuan yang sedikit dari sang pengajar sendiri.

Komunikasi

Ada beberapa kendala agar komunikasi menjadi efektif, seperti perbedaan cultural dan keadaan psikologi. Namun, mengajarkan anak tentang teknik berkomunikasi dapat membantu sang pengajar juga untuk meningkatkan skill komunikasinya.

Entrepreneurship

Kebanyakan orang mengkaitkan entrepreneurship atau kewirausahaan dengan dunia bisnis. Merriam-Webster mendefinisikan entrepreneurship dengan "orang yang memulai bisnis dan bersedia mengambil risiko kehilangan untuk membuat uang." Namun pada nyatanya, belajar kewirausahaan bukan berarti untuk berbisnis saja, tapi juga mengajarkan anak akan dasar - dasar kewirausahaan, seperti kreativitas, inovasi, dan semangat yang bisa diajukan di bidang pekerjaan apapun.

Emotional Intelligence

U.S. Office of Personnel Management mendefinisikan Emotional Intelligence atau sering kita sebut Emotional Quotient (EQ) sebagai "sebuah kompetensi sosial yang melibatkan kemampuan untuk memonitor emosi sendiri dan orang lain dan membedakan antara mereka, sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk memandu pemikiran dan tindakan seseorang. Secara keseluruhan, kecerdasan emosional ini memberikan dukungan yang kuat untuk mahasiswa yang seimbang. EQ juga memiliki ciri-ciri yang menandai orang yang menonjol dalam hubungan interpersonal yang dekat dan hangat, penyesuaian dan pengendalian diri yang baik (dalam hal emosi, perasaan, frustrasi), sehingga sangat penting dalam membangun dan memelihara hubungan baik di kelas dan tempat kerja.

(Disadur dari edudemic.com)