3 Strategi Meningkatkan Kemampuan Anak Menulis Secara Instan

5 November 2014 Solusi Pendidikan   |    Arief Widiatmoko


"Aku ngga tahu apa yang mau ditulis"

Mungkin Ibu atau bapak guru sering mendengar keluhan anak diatas. Kita akan melihat keraguan ketika menyuruh mereka menulis dengan pensil diatas kertas, mirip seperti mereka memiliki beban karena tugas yang kita minta mereka lakukan.

Terkadang anak memiliki banyak hal yang mereka ingin ceritakan, tetapi ketika mereka memegang pencil ditangan mereka jadi ragu-ragu untuk menulis. Bagaimana guru atau orang tua bisa membantu mereka mengatasi beban yang tiba-tiba muncul ketika diminta untuk menulis cerita?

Jawaban paling sederhana untuk membuat mereka bisa "menulis" tanpa secara teknik "menulis"? Benar sekali, cara agar penulis yang selalu ragu bisa "menulis" sebanyak mereka "bicara" adalah dengan membuat mereka - "bicara"

Strategi yang pasti berhasil

1. Anak Bicara, guru menulis

Biarkan anak berdiri dan guru duduk ditempat dia duduk

Ambil pensil dan kemudian katakan, "kamu bicara, aku menulis"

Ini biasanya akan membuat anak tidak sadar dan butuh beberapa menit untuk siswa menyadari bahwa mereka bisa melakukannya juga

2. Merekam suara

· Cari tahu bahwa siswa bisa merekam suara mereka ketika mereka "bicara" tentang cerita mereka dibandingkan mereka menulisnya. Bisa menggunakan notebook, tablet atau handphone dengan fitur audio recording.

· Perintahkan si anak untuk menggunakan audio recorder untuk menulis ceritanya

3. Audio to text

· Gunakan aplikasi atau alat yang bisa mengubah kata menjadi tulisan. Beberapa aplikasi akan terdapat di smartphone atau tablet secara default, dan beberapa aplikasi lain juga bisa didapatkan sebagai alternative seperti PaperPortNotes, DragonNaturallySpeaking, Dictation Pro, Voice Translator. Coba salah satu aplikasi di handphone, tablet, atau komputer.

· Guru bisa mengeluarkan smartphone Android ataupun iPhone kemudian membuka email kosong kemudian mengklik tombol text to speech, berikan kepada anak dan berkata "silahkan - katakan apa ceritamu"

· Setelah itu, siswa bisa mengirim email dirinya sendiri untuk apa yang baru mereka lakukan.

Menulis adalah berkomunikasi

Semakin awal siswa (dan guru) bisa menyadari bahwa "menulis tidak ada kaitannya dengan sebuah pensil, sebuah kertas atau keyboard, dan semakin awal siswa bisa melihat bahwa "menulis adalah sama seperti berkomunikasi, semakin awal mereka membuat kemajuan, dan halangan akan berkurang. Kemudian siswa akan merasa menulis sama seperti berbicara. Menulis adalah berkomunikasi, tapi menggunakan pensil bukan mulut.

Bagaimana Anda membantu anak untuk menulis tanpa menggunakan pensil untuk menulis di kertas?

(Disadur dari: edutopia.org)