3 Cara Menerapkan BYOD Diruang Kelas

17 Januari 2014 Solusi Pendidikan   |    Lie Hardy Setiady


BYOD (Bring Your Own Device) turut merubah ekosistem pembelajaran, termasuk didalamnya administrasi sekolah, guru, falkutas, murid dan team IT sekolah. Saat ini, sekolah menyediakan buku dan papan tulis dengan smartphones, web portal, dan teknologi lain yang membuat pengalaman edukasi yang interaktif. Trend memasyarakatkan IT memperluas penerapan alat - alat mobile ke jenjang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), memberikan nilai tambah pada komputer yang dimiliki sekolah.

Meski banyak manfaat dari BYOD dan CoIT dalam pendidikan atau edukasi, mengajak semua orang (termasuk orang tua) terlibat dalam proses pembelajaran untuk berkolaborasi di dalam dan diluar ruang kelas merupakan hal yang paling menarik dan menantang. Kelebihan lainnya dari Membawa perangkat pribadi BYOD membuat sekolah dapat mengembangkan sumber daya IT yang dimilikinya dan memberikan banyak manfaat dengan sedikit usaha. Dan meski dengan biaya yang terbatas sekolah dapat melampui batasan teknis dan sosial ekonomi yang dapat berpengaruh pada kualitas dari pendidikan tersebut.

Lebih dari sekedar inisiatif teknologi, BYOD dapat menjadi penyeimbang; Cara ini dapat mendemokratisasi pendidikan dan memungkinkan lingkungan pembelajaran yang universal, yang dapat didapatkan semua orang. Komibnasi dari alat dan perangkat yang terjangkau dan pertumbuhan penerapan BYOD pada pendidikan anak usia dini atau K-12 memungkinkan sekolah mencapai tujuan untuk 1 alat 1 anak.

Di antara mereka yang dilayani oleh BYOD seperti administrator sekolah, guru, siswa, orang tua dan personil TI. Program yang sukses membutuhkan sentralisasi, aksesibilitas berbasis browser, dan mobilitas.

Berikut 3 kunci sukses penerapan BYOD di ruang kelas

Sentralisasi

Schools must centralize their technology infrastructure to extend the life of their Windows desktops (Sekolah harus mensentralisasi infrastruktur teknologi yang dimiliki sekolah untuk memanjangkan umur dari windows desktops aplikasi dan sistem yang sudah ada)

Dengan mensentralisasi sumber daya ini, IT dapat menyediakan akses kurikulum pembelajaran yang aman pada lebih banyak komputer dan perangkat sekolah yang bermacam - macam sebagai tambahan dari perangkat yang dimiliki oleh guru, murid dan orang tua

Lebih jauh, sentralisasi memungkinkan tim IT yang kurang orang mengelola kegiatan sehari hari lebih efisien dan effectif dalam hal biaya. Disamping dari penghematan biaya, Nilai utama dari sentralisasi adalah flexibilitas untuk guru dan murid untuk dapat lebih produktif di dalam dan diluar ruang kelas.

Aksesibilitas berbasis browser

Saat ini browser - browser yang sudah mendukung HTML 5 menyediakan aksesibilitas perangkat universal ke sumber daya sekolah. Satu hasil yang terlihat adalah sekolah tidak perlu lagi mengelola perangkat akhir dan melakukan instalasi perangkat lunak atau software begitu pula dengan pemuktahiran. Google’s Chrome, Microsoft’s Internet Explorer, Mozilla’s Firefox dan Apple’s Safari, semuanya sudah mendukung HTML 5 dan tersedia secara luas di ponsel pintar, phablets, tablets dan komputer. Cara mengakses berbasis browser ini menghilangkan penghalang dari sisi teknis dalam menginstalasi dan mengelola applikasi khusus untuk perangkat, mengurangi biaya dan yang paling penting memberikan guru dan murid pilihan yang dalam cara berhubungan, berkolaborasi dan belajar.

Mobilitas

Secara keseluruhan komputasi maya dan mobilitas akan terus menyediakan peluang baru, mempersingkat proses dan membuat suatu lingkungan pembelajaran yang unik. Bagaimana pun penggunaan perangkat bergerak / mobile hanya akan baik jikalau sumber daya sekolah dapat dengan mudah diakses. Teknologi pengaksesan jarak jauh memungkinkan sekolah menghadirkan edukasi dan kurikulum generasi terbaru ke siapa pun, dari manapun menggunakan berbagai macan perangkat - semua melalui sebuah web browser.

Sementara murid, guru dan administrator sekolah meningkatkan penggunaan perangkat komputasi mereka, sekolah harus berpikir ulang dalam bagaimana mereka dapat mengambil keuntungan dalam sentralisasi sumber daya IT, aksesibilitas menggunakan browser dan mobilitas untuk mendapatkan efesiensi dan identitas peluang baru yang dapat memastikan pengalaman belajar mengajar yang positif.

(Dikutip dari edudemic.com)