Kontrasepsi Jangka Panjang untuk Usia Lanjut

22 Mei 2014 Konsultasi   |    dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG.


YTH dr.Ivander,

Saya seorang ibu rumah tangga, usia 42 tahun. Saat ini saya sudah memiliki 3 anak yang sudah besar-besar. Haid saya teratur dan saat ini sedang memikirkan metode kontrasepsi yang cocok buat saya. Tekanan darah saya normal saja dok, namun saya takut dengan resiko kanker bila pakai kontrasepsi hormon. Kira-kira apa metode kontrasepsi yang paling cocok buat saya dok? Karena saya sudah tidak ingin punya anak lagi. Terima kasih sebelumnya.

Ny.MM

Palembang

Jawab:

Dear Ny. MM

Saya salut dengan anda, meskipun sudah berumur tapi anda sadar untuk ber-KB. Memang benar, bahwa selama haid anda masih teratur, maka artinya anda masih subur dan masih bisa hamil. Tentunya resiko yang Anda hadapi bila hamil lebih tinggi karena faktor usia anda. Metode kontrasepsi hormonal memang sudah bukan menjadi pilihan lagi bila usia sudah lanjut. Jadi metode kontrasepsi yang dapat anda gunakan saat ini adalah metode kontrasepsi non-hormonal.

Kontrasepsi non-hormonal yang sering disebut adalah sistem kalender dan senggama terputus (coitus interruptus). Kedua metode ini merupakan metode kontrasepsi alami, namun memiliki angka kegagalan yang cukup tinggi. Metode lain adalah dengan kondom. Meskipun kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling berkembang dan banyak penggunanya di dunia, namun biasa kaum pria enggan untuk menggunakannya.

IUD atau pemasangan spiral merupakan bentuk lain dari kontrasepsi non-hormonal. Sekali pemasangan, maka IUD dapat digunakan hingga 5 tahun. Memang tidak semua wanita cocok dengan IUD, efek samping seperti rasa tidak nyaman di perut bawah, keputihan, perdarahan haid meningkat, serta resiko infeksi, kadang membuat wanita enggan untuk menggunakan IUD.

Saran saya bila Anda sudah tidak berencana untuk hamil lagi tentunya adalah dengan tindakan steril (tubektomi). Prosedur ini dapat dilakukan dengan laparoskopi, dimana bekas tindakan operasi akan nyaris tidak terlihat dan pasien tidak akan merasakan nyeri berkepanjangan. Dengan laparoskopi pasien dapat segera pulang ke rumah dan kontrol luka beberapa hari kemudian. Keuntungan metode ini adalah bersifat permanen, tidak merubah siklus haid maupun menimbulkan menopause dini.

Semoga bermanfaat...