Bahayakah Gigi Kelinci Palsu?

12 November 2015 Konsultasi   |    drg. Mia Gracia CCH


Halo dok, saya mau tanya. Kan sekarang lagi ngetrennya gigi kelinci buatan. Nah itu bahaya ga sih dok, apalagi untuk gigi yang sensitif?
Terima kasih
Trihastuti

Jawaban

Hai Bu Trihastuti,

Apa kabarnya?

Semoga Ibu dalam keadaan sehat dan bahagia saat membaca tulisan saya ini yaa...

Memang sekarang sedang trend gigi kelinci, yang kedua gigi depan atas tengahnya dipanjangkan sedikit sehingga memberi efek berbeda ke wajah. Mengenai aman atau tidaknya penggunaan gigi kelinci, tergantung pada teknik dan bahan yang digunakan oleh dokter gigi serta penggunaan dan pemeliharaan sehari-hari oleh sang pasien, Bu.

Menurut saya, sah-sah saja jika ingin mengikuti trend tersebut. Teknik dan ragam bahan bisa dibicarakan dengan dokter gigi yang menangani Ibu. Ada teknik direct veneer (hanya membutuhkan 1x kunjungan) dan ada juga teknik indirect veneer (membutuhkan lebih dari 1x kunjungan). Ada pula yang membutuhkan pengasahan sebagian gigi asli, maupun tidak dilakukan pengasahan. Begitu pula dari segi bahan, ada beragam bahan yang dapat digunakan. Tentunya akan sangat panjang sekali jika saya jelaskan secara mendetil di sini. Masing-masing teknik dan bahan memiliki masing-masing kelebihannya yang dapat Ibu diskusikan dengan dokter gigi agar mendapatkan hasil yang diharapkan oleh Ibu.

Yang juga tak kalah pentingnya adalah pemeliharaan sehari-hari dari sang pasien itu sendiri. Pembersihan sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi, cara menyikat gigi yang baik dan benar, penggunaan obat kumur, serta pengecekan berkala ke dokter gigi akan membantu Ibu untuk mendapatkan kondisi gigi dan mulut yang sehat. Mengenai masing-masing penjelasan pemeliharaan sehari-hari tersebut, Ibu dapat membaca uraiannya dalam buku saya yang berjudul 'Hypnosis in Dentistry' yang dijual di toko buku.

Bagaimana dengan kasus gigi sensitif ?

Naahh, ini yang harus diperhatikan.

Ibu harus tahu penyebab gigi sensitif yang dialami, karena ada banyak faktor penyebab gigi sensitif.

Apakah ada lubang? Atau apakah karena penumpukan karang gigi? Adakah tanda-tanda peradangan pada rongga mulut Ibu? Atau apakah gigi menjadi sensitif akibat penurunan gusi? Adakah penyakit periodontal yang tidak terdeteksi sebelumnya? Atau memang gigi tersebut sensitif dengan sendirinya?

Penanganan gigi sensitif harus dikonsultasikan oleh dokter gigi, Bu, karena dari penegakan diagnosa yang tepat maka dapat dilakukan rencana perawatan yang tepat pula.

Jika gigi sensitif Ibu telah teratasi dengan baik, maka Ibu dapat melakukan pembuatan gigi kelinci idaman yang aman dan nyaman untuk Ibu.

Semoga sukses selalu ya Bu!

Drg. Mia Gracia CCH
(Dentist, Certified Clinical Hypnotherapist, Author of ‘Hypnosis in Dentistry’)