Malaikatku

26 Oktober 2016 Pojok Cerita   |    Titin Nafisah, S.Ag.


Seseorang yang kamu anggap "malaikat" pastinya spesial buat kamu, karena dia selalu ada dikala kamu susah, dia selalu hadir dikala kamu butuh, dia selalu
mau berkorban tanpa syarat untuk kamu, dia yang selalu menghapus air mata kamu dikala kamu bersedih.

Dia yang selalu mendoakan kebaikan untuk kamu, dia yang tiap tetes keringatnya berusaha untuk membahagiakan kamu, dia yang selalu membanggakan kamu walau kamu biasa saja di mata orang lain. Dia yang selalu menyayangi kamu dari lahir sampai kamu mati, dia yang selalu menerima kamu apa adanya dengan segala kekurangan kamu, dia yang tidak pernah menyesal melahirkan kamu walau pada akhirnya kamu lebih menyayangi pasangan baru kamu.

Jadi siapa sih "malaikat mu?" pasangan kamu? Teman kamu? sahabat kamu?
Yang pasti, yang pantas menjadi " malaikatmu" adalah ibu kamu.

Jadi masihkah kamu merasa ada orang lain selain ibu kamu yang pantas kamu sayangi dengan tulus?
Jadi masihkah kamu bersikap kasar dan melupakan semua kasih sayang ibu kamu.

Ibu kamu sudah menjaga kamu dalam rahimnya selama 9 bulan belum lagi menyusui selama 2 tahun, merawat kamu dengan penuh kasih sayang dari bayi sampai sekarang, memenuhi semua kebutuhan kamu sesuai dengan kemampuannya.

Sekarang kamu renungkan, kenapa ibumu pantas menjadi malaikatmu? Orang tua kamu selalu mendoakanmu, apakah kamu selalu mendoakan orang tuamu? Orang tua selalu mengutamakan kamu, apakah kamu selalu mengutamakan orang tuamu?

orang tua kamu tidak pernah mengeluh untuk kamu, apakah kamu selalu mengeluh ketika ibu mu meminta banruanmu?
kamu ragu untuk menyayangi ibumu? Menyayangi ibumu adalah suatu keutamaan.
Sayangilah ibu mu dari sekarang. Pasti kamu bisa.