Jarah Jauhnya

10 Februari 2017 Pojok Cerita   |    Elsa Setiana


Merana
Telah sungguh kau hadapi, dalam jarah duka dan air mata
Akibat Darah juangnya.

Dua puluh Dua usiamu bertambah.
Dewasa...
Tiada arti tanpa kata, hanya rimbun tanah basah.
Kerap kali kau dapati kirimannya.

Begitu jajar sedan membuntuti jalan.
Seperti itulah dikau saat langit cerahnya
Hingga terpa surya
Merah warna di pinggir ongok rumah
Beralas kelabu ciliwung malamnya.

Rasa hatipun mendengar jeritnya
Tangis,ringkik pun bersahut bising kereta
" Kapan kelamnya, berganti cerah "
Harap hati lirih dari kolong atas kalian

Pinta bergema tercipta irama
Mulai melambai menebar benihnya
Semua terlaksana
Eloknya wujud nyata bukti legenda

Sekiannya menua hingga pun jaya
Permai telah Juanda
Hingga Jakarta seluruhnya
Lawan terjabat, kawan terdekap

Tiada Asa
Terpupus olehnya
Hanya bahagia terbebas di udara
Belenggu derita berganti kuasa

Derai buruk, apik sambutnya
Pencuri tiadalah siapa
Pemaksa berlembut pada hawa
Kelam Hitam terpendam
Terhilang berganti permata

Bermimpi merindu bulan
Membara bersama sinarnya
Cahaya abadi negeri bahagia
Diatas pelita Sang Garuda

Oh Indahnya..
Kota nian,Sang penggawa Ibukota
" Permai Jakarta "
Harap batinku untuk engkau sesaknya
Tags