Air Mata Melati

5 September 2016 Pojok Cerita   |    DOMBA - Dongeng Mini Banget


DOMBFIKS (Domba Fiksi) bersambung, karya yang ditulis tidak lebih dari 69 kata dan tidak kurang dari 36 kata.

Air mata Melati

Setiap kali sehabis hujan, Oi berlari ke halaman dengan ember di tangannya. Ia harus segera mengutip hujan. Segera. Sebelum tanah menghisap seluruh butiran hujan. Butir-butiran hujan itu akan dituangkan ke dalam mata Melati yang tak bisa berhenti menangis hingga kehabisan air mata.

Kali ini Oi ikut menangis bersama Melati. Entahlah larut dalam kesedihan Melati atau sebab hatinya pula retak. Mungkin karena sesama perempuan. Bukankah perempuan berbagi air mata sama seringnya dengan berbagi gunjingan? Tapi ketika matahari datang, Oi berhenti menangis dan berlari ke halaman. Oi akan mengumpulkan sinar untuk Melati.

Sudah malam. Tapi ada pelangi di mata Melati. Senyum melengkung di wajahnya. Pipinya bercahaya. Luka masih basah. Tapi melihat Oi, ia merasa bersalah telah menangis begitu lama. Sementara lukanya tak lebih dalam dari luka yang pernah diderita Oi. Ia malu pada Oi yang duduk di sisinya, menggoyang-goyangkan ekornya

Bulan (milik) Melati

Melati mencari bulan di dalam saku. Dirogohnya saku hingga jauh ke dalam, namun kosong. Tak ada bulan pun malam. Hanya hening yang teraih dari dalam saku. Melati lupa, kapan terakhir disentuhnya pinggiran bulan yang bergerigi itu.

Oleh Batari Ratih

Dongeng Fiksi bersambung ini dipersembahkan oleh DOMBA-Dongeng Mini Banget
Klik disini