Tips Menulis Lagu Anak - Bagian 1: Lirik Sederhana, Namun Kaya

11 Desember 2014 Lagu Anak


Bunda Esti Wahyuni anggota sebuah forum Facebook yang saya moderatori,bernama Forum TK dan PAUD bertanya pada saya. "Kak Zepe, bagaimana sih menciptakan lagu anak yang sederhana. Seperti yang sudah Kak Zepe ciptakan. Misalnya lagu "Nelayan" karya Kak Zepe. Anak-anak suka sekali. Liriknya sederhana, tapi kok ya tetep enak dinyanyikan ya? Boleh minta tipsnya?"

Kederhanaan adalah suatu unsur yang selalu melekat di dalam lagu anak. Lagu anak yang sederhana, biasanya akan lebih mudah dipelajari. Bila lagu anak mudah dipelajari oleh anak-anak, maka akan mudah dinyanyikan. Bila mudah dinyanyikan, maka kemungkinan untuk diajarkan kepada anak-anak dan diminati oleh anak-anak pun semakin besar. Dan yang terpenting, lagu anak yang liriknya sederhana, namun enak dinyanyikan biasanya lebih memiliki nilai abadi, atau tidak mudah punah. Misalnya, lagu anak berjudul "Pelangi".

Tidak hanya lagu anak-anak, lagu-lagu dewasa pun sebenarnya harus memperhatikan unsur kesederhanaan ini. Meskipun kesederhanaan lagu dewasa dan lagu anak tentu memiliki standard yang berbeda. Kesederhanaan biasanya dinilai dari penulisan lirik. Mari kita perhatikan lirik lagu "Nelayan", seperti yang telah bunda Esti Wahyuni sampaikan:

Yung... dayung dayung, dayung kapal ke laut
Bar..tebar...tebar...tebar jala yang kuat
Rik...tarik...tarik...lalu tarik ke kapal
Dan ikan kudapat
Akulah nelayan si penangkap ikan
Dengan pancing, jaring, dan jala yang besar
Akulah nelayan si penangkap ikan
Siang malam aku kan terus bekerja

Kata-kata di dalam lagu "Nelayan" memang sangat sederhana, namun memiliki banyak nilai yang bisa membuat lagu di atas menjadi istimewa. Nilai-nilai tersebut adalah:

1. Pengulangan kata

Mari kita perhatikan cuplikan lirik lagu-lagu anak yang populer di bawah ini:

a. Tik Tik Bunyi Hujan
"Tik...Tik...Tik... Bunyi hujan di atas genting.... "

b. Twinkle, Twinkle Little Star
"Twinke...Twinkle... Little Star..."

c. Cicak
"Cicak...cicak... di dinding

d. Pelangi
"Pelangi...Pelangi... Alangkah indahmu...."

e. Row Your Boat
"Row... Row...Row Your Boat..."

f. Ambilkan Bulan
"Ambilkan Bulan, Bu.... Ambilkan Bulan, Bu..."

Lirik lagu "Hujan", "Twinkle", "Twinkle Little Star", "Cicak", "Pelangi", "Ambilkan Bulan" dan "Row Your Boat", memiliki kata yang diulang. Pengulangan tersebut berada di awal lagu. Itulah kenapa lagu tersebut banyak digemari anak-anak. Karena dengan adanya pengulangan kata pada awal lagu, anak-anak akan lebih mudah mengingatnya. Sehingga jika mereka diminta menyanyikan lirik lagu selanjutnya, anak-anak akan cenderung lebih mudah.

2. Satu Tema, Kaya Suku Kata

Saat menulis lagu anak, Saya biasanya akan menentukan sebuah tema terlebih dahulu. Misalnya saya ingin menulis lagu bertema pekerjaan. Namun saya buat lebih spesifik lagi, menjadi lagu bertema nelayan. Kemudian saya akan membuat daftar pertanyaan seperti saat membuat sebuah karya ilmiah, yaitu pertanyaan 5W, 1H:

1. Kapan mereka bekerja?
2. Apa saja peralatan yang mereka gunakan?
3. Bagaimana mereka bekerja?
4. Mengapa mereka bekerja?
5. Dimana mereka bekerja?
6. Siapa mereka?

Saat membuat pertanyaan tersebut, kita tidak harus menjawab semua pertanyaan saat menulis lagu. Namun setidaknya bila kita menulis lagu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, biasanya liriknya akan menjadi lebih mudah diingat dan mudah dipahami, khususnya bagi anak-anak.

3. Pesan Moral dengan Kata Yang Sederhana

Pesan moral yang terdapat di dalam lagu "NELAYAN" adalah tentang pentingnya semangat kerja atau bekerja keras. Dan pesan tersebut sangat kuat tersampaikan di dalam lirik "Siang malam aku kan terus bekerja". Pesan-pesan moral yang terdapat di dalam lagu anak sebaiknya tidak terlalu banyak menggunakan kiasan. Walaupun terkadang kiasan juga perlu di dalam lagu anak, namun tentu saja kiasan tersebut adalah kiasan yang mudah dipahami anak. Dengan adanya pesan moral yang terdapat di dalam lirik lagu anak, tentu lagu anak akan menjadi lebih kaya. Karena lagu tersebut tidak hanya dinyanyikan untuk tujuan fun, namun juga bisa dinyanyikan untuk tujuan pembangunan karakter anak.

4. Kata Sederhana, Gerakan Mudah

Lagu "Nelayan" memiliki beat cepat. Lagu-lagu yang memiliki beat cepat, sangat memungkinkan digunakan sebagai media gerak dan lagu anak. Namun lagu yang memiliki beat cepat, belum tentu bisa menjadi media gerak dan lagu anak, bila memiliki kata-kata yang sulit untuk diterjemahkan menjadi gerakan. Karena lagu "Nelayan" memiliki lirik atau kata-kata yang sederhana, maka sangat memungkinkan bila lagu tersebut digunakan menjadi media gerak dan lagu anak.

Misalnya lirik lagu "Nelayan" berikut ini:

Yung... dayung dayung, dayung kapal ke laut (Meniru gaya memdayung)
Bar..tebar...tebar...tebar jala yang kuat (Meniru gerakan menebar jala)
Rik...tarik...tarik...lalu tarik ke kapal (Meniru gerakan menarik jala)
Dan ikan kudapat (menggenggamkan tangan)

Semoga tips dari saya membuat anda semua menjadi semakin bersemangat dalam menciptakan lagu anak. Semoga makin banyak pencipta lagu anak yang hebat di Indonesia, dan anak-anak Indonesia pun akan terjamin kemakmurannya dalam hal kebutuhan lagu-lagu anak. Salam cinta, lagu2anak.