Perkembangan Lagu Anak dari Masa ke Masa

18 November 2014 Lagu Anak


Zaman kini, Industri musik di Indonesia sangatlah berkembang. Musik sendiri sudah berkembang sejak kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit berjaya pada tahun 1293 - 1520. Cukup lama bukan? Lantas, bagaimana dengan sejarah lagu anak? Ini dia penjelasannya.

Lagu anak sudah berkembang sejak tahun 1920an. Pada era tersebut, Ibu Sud lah yang pertama kali berperan mengembangkan lagu anak - anak. Apakah Anda masih ingat lagu Hai Becak, Burung Kutilang, dan Tik Tik Bunyi Hujan? Ya, itulah lagu - lagu karangan Ibu Sud yang sangat popular dan masih dinyanyikan sampai sekarang. Lagu Tik Tik Bunyi Hujan sendiri diciptakan pada saat rumahnya di Jalan Kramat, Jakarta, sedang bocor.

Pada tahun 1940, mulailah muncul pencipta lagu anak lagi selain Ibu Sud. Seperti Pak Kasur yang menciptakan lagu Naik Delman, Balonku, Sepedaku, Ibu Kasur yang menciptakan lagu Menanam Jagung, Makan Apa, dan masih banyak lagi. Apakah Anda masih ingat lagu- lagu tersebut?

Lagu - lagu anak dari 1920an sampai 1940an dimuat dalam sebuah buku. Buku itu berjudul Sekarwangi (Njanjian untuk Anak-anak). Buku Sekarwangi diterbitkan pada tahun 1950. Tujuan dari pembukuan lagu - lagu tersebut adalah agar memuaskan hati anak - anak Indonesia dan dapat membimbing mereka ke arah persatuan rakyat.

Tahun 1990an, muncullah artis - artis penyanyi cilik. Seperti Joshua, Tasya, Tina Toon, dan Trio Kwek - Kwek. Pencipta lagu yang terkenal di era tersebut seperti Pak AT Mahmud dan Papa T Bob.

Sayangnya, anak - anak zaman sekarang menyanyikan lagu anak, tanpa mengenal pencipta lagu anak tersebut. Bahkan, sudah jarang sekalli yang masih menyanyikan lagu anak- anak. Sebagian besar anak lebih suka menyanyikan lagu pop yang bertemakan cinta. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki anak atau saudara yang masih kanak - kanak, jangan lupa untuk memperkenalkan lagu anak pada mereka. Tidak hanya asyik, lagu anak juga dapat memberikan pesan moral yang mendidik bagi anak -anak.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)