Dinilai Ketinggalan Zaman, JRPG Klasik "Octopath Traveler" Justru Laku Keras

27 Juli 2018 Games


Dikembangkan oleh Square Enix sebagai suksesor JRPG klasik yang sempat berjaya di era 90-an, Octopath Traveler menawarkan sebuah pengalaman bermain yang tidak hanya memberikan kesan nostalgia, tapi juga implementasi konsep baru dari sudut pandang cerita dari delapan karakter utama. Walaupun dinilai ketinggalan zaman oleh banyak gamer, ternyata masih ada basis fans yang menantikan perilisan game ini dengan antusias. Hasilnya? Octopath Traverler berhasil mendulang kesuksesan dengan angka penjualan tinggi.


Melebihi ekspektasi Square Enix, Octopath Traveler justru laku keras hingga stok penjualannya di berbagai negara sudah hampir habis dalam hitungan hari saja. Keterbatasan stoknya tidak hanya dirasakan di Jepang, retailer Amazon di beberapa negara lain seperti Amerika dan Kanada juga kehabisan stok. Banyaknya gamer yang masih mengantri terpaksa harus menunggu satu sampai dua bulan sebelum pengisian stok selanjutnya.


Karena Octopath Traveler mengusung genre yang terlalu segmentif dan dikhawatirkan tidak akan sukses besar di pasaran, Square Enix memutuskan untuk membatasi jumlah kopi game fisik yang diproduksi. Dugaan yang justru keliru ini tentu saja membuat pihak Square Enix puas, tapi mereka tidak lupa untuk mengungkapkan permintaan maaf melalui akun Twitter mengenai keterbatasan stok yang tidak terprediksi.

Kabar ini memang cukup mengecewakan bagi kamu yang ingin membeli gamenya tapi sudash kehabisan stok duluan, tapi kondisi ini justru memberikan contoh kepada banyak developer kalau game JRPG klasik yang berfokus pada konten single player justru masih sangat diminati oleh pasaran.