Tren Edukasi 2013 dan Tantangannya

28 Maret 2013 2013   |    Rosaria Lia


Education Insight 2013! Seminar Edukasi yang diprakarsai oleh kesekolah.com ini telah sukses diselenggarakan pada 21 Maret 2013. Acara seminar sehari yang bertempat di Crowne Plaza Hotel Jakarta ini dihadiri oleh 50 directors, kepala sekolah, IT sekolah dan koordinator guru dari berbagai sekolah national, national plus dan international di Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Topik utama yang diangkat dalam seminar adalah tren edukasi di tahun 2013 dan tantangan yang kita hadapi sebagai insan pendidikan untuk mempersiapkan generesi abad 21 yang siap secara knowledge, karakter dan skill dalam menghadapi kompetisi global.


Sesi pertama dibuka oleh Pepita Gunawan, Indonesian Education Lead for GASP Google APAC (SEA). Dengan topikyang dibawakan yaitu Learning Revolution: Internet and Google Apps for Education in the Classroom, Pepita membahas mengenai betapa pentingnya adaptasi pola pikir dan pola pengajaran kita sebagai praktisi pendidikan, menyesuaikan generasi anak didik di masa kini. Di awal sesinya, Pepita memberikan ilustrasi menarik yaitu gambar kaset dan pensil. "Apa hubungan di antara kedua benda tersebut?"ungkap Pepita. Anak-anak jaman sekarang yang tidak mengetahui apa hubungan kaset dan pensil menjadi gambaran yang baik bahwa jaman sudah berubah dan kita pun harus berubah dalam memperlakukan dan mengajar anak-anak kita. Berubah dalam artian kita harus menyesuaikan dengan perubahan jaman yang ada. Pepita membagi pengetahuan mengenai aplikasi-aplikasi edukasi dari Google yang bisa digunakan untuk belajar mengajar, seperti Google Docs, Hangout, Drive dan lain-lain.


Sesi kedua dilanjutkan dengan pembahasan tentang "Bring Your Own Device (BYOD)" yang disampaikan oleh Anna Makepeace, International Senior Executive Smoothwall Limited, U.K. Pada sesinya, Anna mengungkapkan bahwa tidak dapat dipungkiri jika anak-anak didik kita memiliki devices atau media teknologi yang up to date. Dengan berbagai devices yang dimiliki, baik laptop, gadget maupun smartphone, anak didik semakin melaju ke depan untuk mengakses informasi dan pengetahuan. Berita, informasi dan pengetahuan pun dapat diakses tanpa batas. Sekolah mempunyai tanggung jawab untuk mengontrol dan mendampingi mereka dalam mengikuti perkembangan global yang tidak dapat dihindari. Dibutuhkan pengawasan yg baik dan kontrol yang efisien tanpa menghambat anak untuk maju. Smoothwall memberikan solusi web filtering secara dinamis, selektif, dan fleksibel. Pengadaan network yang baik untuk mendukung pengajaran, didukung solusi kontrol akses yang baik sangat bisa menjadi kunci pemaksimalan teknologi dalam dunia pendidikan.


Sesi ketiga adalah STEM (Computer Science - Science Technology Engineering Maths) oleh Christy Tsang, Program Manager iCarnegie. Christy mengungkap tentang STEM: Learning for 21st Century. Penanaman pengetahuan STEM kepada anak didik menjadi poinpenting dalam pendidikan sejak dini. Penanaman pengetahuan dan skill ini diterapkan melalui unique program robotik yang dimiliki oleh iCarnegie, sehingga pembelajaran yang diberikan dapat mengeksplore skills, ide dan kemampuan anak secara ilmiah, logis, kreatif, komunikatif dan kooperatif dalam tim. Anak akan mendapatkan pengetahuan dalam bidang sains, teknologi, teknis dan matematika melalui program-program yang fun, sehingga mereka belajar untuk mengerti dan menguasai bidang-bidang tersebut dengan senang hati, tanpa terbebani. Di akhir program, anak didik akan mendapatkan sertifikat kelulusan yang diakui secara internasional dari iCarnegie Mellon University. Hal ini bisa menjadi bekal anak di masa depan.

Pada acara seminar ini, para peserta juga mendapatkan free profiling test DiSC. Test ini membantu individu untuk memahami profil dirinya; Dominan, influence, Steadiness, atau Consciousness. Dengan memahami siapa diri kita, kita akan lebih bisa menyadari kekurangan dan menggali kelebihan kita sehingga kita bisa berkembang secara maksimal. Tingkat lanjutan setelah kita memahami diri kita dengan lebih baik adalah kita mencoba untuk mengenal profil teman, keluarga, rekan kerja dan anak didik kita dengan lebih baik pula. Dengan mengenal diri dan memahami orang-orang di sekitar kita, kita akan terbuka untuk berteman, saling toleransi, dan membangun teamwork yang solid.


Para peserta sangat antusias untuk mengetahui lebih dalam mengenai topik-topik yang dibahas. Hal ini terbukti dari berbagai macam pertanyaan yang dilontarkan dalam sesi tanya jawab. Seperti yang dilontarkan oleh salah satu peserta yaitu director Sekolah Victory Plus yang menanyakan mengenai detail cara penggunaan salah satu google apps yang dikemukakan oleh Pepita; kemudian pertanyaan dari Team TQD Sekolah Highscope Indonesia yang menanyakan mengenai perbedaan pembelajaran STEM iCarnegie dan PBS (Project Based Learning), disusul dengan pertanyaan dari director Central International School mengenai fungsi Smoothwall sebagai web filtering masih bisa diterapkan jika anak didik berada di luar network sekolah dan lain sebagainya.


Kesekolah.com bangga bisa menjadi bagian dari perkembangan edukasi di Indonesia. Belajar dan terus mengupdate diri selalu menjadi hal yang penting karena dunia terus berubah dan seiring dengan perubahan tersebut, banyak hal baru yang datang dan pergi. Ayo kita terus belajar demi perkembangan diri, teman, rekan kerja dan anak didik kita.