Yuk Menanamkan Kebiasaan Membaca pada Anak

7 Maret 2014 Artikel Pendidikan   |    Fita Chakra


Salah seorang teman bertanya pada saya, "Bagaimana caranya supaya anak saya suka baca?" Pertanyaan ini, bukan yang pertama kali saya dengar. Beberapa kali, saya mendapatkan pertanyaan serupa saat kebetulan mengisi talkshow. Sebagian dari penanya mengeluhkan minat baca anak-anak mereka yang rendah, lebih tertarik pada gadget, dan susah fokus saat belajar jika anak-anak diminta membaca sendiri materi belajarnya.

Sebagai seseorang yang sejak kecil dilimpahi berbagai bacaan oleh kedua orang tua saya, sudah sepantasnya saya bersyukur hal ini membuat saya tumbuh menjadi kutu buku. Tak heran, jika sekarang saya pun berniat mengadopsi kebiasaan yang diterapkan orangtua saya dan menurunkannya kepada ketiga putri saya.

Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan di rumah:

Menempatkan Buku sebagai Sesuatu yang Istimewa

Sewaktu saya kecil, orangtua saya menjadikan hari Minggu sebagai hari istimewa. Di hari itulah kami sekeluarga pergi ke toko buku. Saya dan adik saya boleh memilih beberapa buku kesukaan kami. Setelah diseleksi oleh orangtua kami, buku itu pun kami beli.


Kebiasaan itu membuat buku mendapatkan tempat istimewa di hati saya. Hari Minggu selalu saya nantikan. Di saat lain seperti ulang tahun, kenaikan kelas, liburan dan momen istimewa lainnya, orangtua saya sering menjanjikan buku sebagai reward. Anda pun bisa menerapkan kebiasaan ini di rumah sehingga anak-anak "bersahabat" dengan buku.

Biasakan Membacakan Cerita Sejak Dini

Membacakan cerita kelihatannya merupakan hal sepele. Tapi ternyata banyak sekali manfaatnya. Manfaat membacakan cerita antara lain, orangtua menjalin kedekatan dengan anak-anak; mereka punya momen istimewa bersama orangtua yang akan mereka kenang selamanya; anak-anak belajar melalui cerita dan masih banyak lagi yang lainnya. Luangkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk membacakan cerita karena itu merupakan investasi yang sangat berharga bagi keluarga Anda.

Saya sendiri, mulai membacakan cerita pada ketiga putri saya sejak mereka bayi. Menjelang tidur atau malah saat membangunkan mereka merupakan saat yang sering kami gunakan untuk membacakan cerita. Anda bisa menentukan sendiri waktu yang tepat untuk membacakan cerita. Mulailah dari cerita yang pendek dan menarik minat anak. Misalnya, fable atau dongeng.

Jadilah Role Model Bagi Anak-anak

Menjadi role model bagi anak-anak artinya orangtua juga harus rajin membaca dan memperlihatkan kecintaan pada buku. Jangan sampai menyuruh anak-anak suka membaca tetapi orangtua malah asyik menonton tv dan bermain gadget di waktu luang. Anak-anak adalah peniru ulung yang kritis. Kebiasaan baik akan lebih mudah ditiru oleh mereka saat diperlihatkan, bukan diucapkan apalagi diperintahkan.

Sediakan Bacaan Terbaik untuk Anak-anak

Pilihlah buku-buku yang baik sesuai dengan usianya. Sebelum membeli, baca isinya dan cek gambar-gambar di dalamnya. Untuk anak-anak balita, pictorial book merupakan pilihan yang baik. Untuk anak-anak kelas rendah yang sudah bisa membaca bisa memilih chapter book yaitu buku yang lebih tebal daripada pictorial book dengan sedikit gambar. Untuk anak-anak kelas tinggi sudah bisa membaca novel tanpa gambar. Meski demikian, untuk anak-anak yang termasuk avid readers (pembaca yang sangat gemar membaca), bisa saja menyukai jenis buku yang melampaui usia mereka.

Sempatkan pula untuk berdiskusi mengenai buku yang telah dibaca oleh anak. Hal ini bermanfaat untuk mengecek pemahaman anak, melatih kemampuannya bercerita serta menggunakan kata-kata.

Kebiasaan membaca sebaiknya diterapkan sejak dini. Dengan demikian, saat anak-anak bertumbuh, tidak ada paksaan untuk membaca karena dengan sendirinya kecintaan terhadap buku bertumbuh. Siapkah Anda melakukannya di rumah?

(Penulis adalah bunda dari 3 putri, penulis buku cerita anak, guru ekskul menulis dan trainer penulisan)
Blog: fita-chakra.blogspot.com