Yuk Ajarkan Si Kecil Mengantri

24 Mei 2014 Artikel Pendidikan


Mengantre, kegiatan yang meski tidak menyenangkan tapi harus dilakukan. Ini bagian dari aturan sosial yang perlu dibiasakan pada anak karena tak seorang pun suka bila gilirannya dirampas, bukan? Anak harus tahu dampak perilakunya terhadap orang lain bila dia tak mau mengantre. Belajar mengantre berarti belajar mengendalikan diri, yang penting untuk menjaga ketertiban.

Beberapa hal ini bisa Anda lakukan untuk mengajarkan anak mengantre dikutip dari ayahbunda.co.id :

  • Ajak anak ikut serta saat Anda mengantre. Jangan berikan perlakuan istimewa, biarkan anak ikut merasakan situasi mengantre. Misalnya saat antre di kasir atau antre di loket. Mungkin antrean bisa saja menjadi kacau. Bila ini terjadi dan antrean mulai tidak teratur dan terjadi desak-desakan, segeralah menyingkir. Kalau dia mulai menunjukkan tanda-tanda bosan menunggu giliran, segera alihkan perhatiannya.
  • Contohkan tata krama mengantre. Kalau Anda sering mengeluhkan orang Indonesia yang tak mau antre, tumbuhkan budaya antre dengan contoh diri Anda. Anak perlu tahu kalau saat mengantre tidak boleh menyerobot antrean dan mendorong-dorong. Ikuti barisan antrean dan tidak menggerombol di loket. Anak juga perlu tahu ada situasi yang membuat kita harus mengalah, memberikan kesempatan pada orang-orang tertentu untuk mendahului antrian. Misalnya ibu hamil, ibu yang membawa bayi, manula dan orang sakit. Contohkan juga pada anak untuk bersikap tenang, bersabar dan tidak mengeluh atau marah-marah saat antrean bergerak lambat. Bersabar membuat anak mengontrol diri untuk tetap tenang saat mengantre.
  • Beri pujian bila dia mau mengantre dengan tertib. Apalagi bila dia memberi kesempatan orang lain mengantri lebih dulu. Misalnya pada anak kecil yang menangis atau pada seseorang yang tidak tahan buang air saat mengantre di WC. Hal ini juga berarti anak belajar berempati pada orang lain. Beri pujian yang spesifik atas tindakannya, tidak hanya mengatakan "ibu senang kamu mengantre dengan baik," tapi katakan "ibu senang kamu mengikuti barisan antrean tidak dorong-dorong. Tadi waktu ada ibu yang anaknya nangis, kamu suruh duluan. Pintar kamu."
  • Belajar antre lewat permainan, seperti permainan baris-berbaris atau ular naga panjang. Dalam permainan ular naga panjang balita harus ikut dalam barisan dan berkeliling melewati terowongan, menunggu giliran untuk "ditangkap". Terapkan juga mengantre ini dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya saat Anda dan anak sama-sama akan mencuci tangan di wastafel, mengantrelah.
  • Kenali temperamen anak. Ada anak yang tenang ada juga yang mudah gusar bila tidak mendapatkan keinginannya. Itu sebabnya ketika harus mengantre ada anak yang sabar ada juga yang ingin cepat-cepat tiba gilirannya. Anak yang tumbuh dalam lingkungan dengan rutinitas terstruktur memiliki kendali diri yang baik. Untuk itu anak-anak yang temperamennya sulit tetap harus diajak mengantre. Mulai mengajak dia mengikuti antrean yang tidak terlalu lama dan suasanya nyaman, misalnya dalam ruangan yang tidak panas. Siapkan permainan untuk mengalihkan perhatiannya bila dia sudah tidak sabar mengantre.


Ketika kita berhasil mengajarkan budaya mengantri, maka sebetulnya bukan saja mengajarkan tehnik mengantri, namun sudah mengajarkan cara berpikir atau cara hidup yang menghormati orang lain, menghormati tatanan, dan latihan bersabar.

Ingat, metode mengasuh dan mendidik anak yang paling efektif harus diiringi dengan contoh nyata. Jangan hanya mengajarkan lewat kata-kata saja, karena orangtua juga wajib bersikap, berperilaku, dan berbicara sesuai dengan apa yang patut ditiru oleh anak.

Oleh Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)