Yuk Ajari Anak Menolak Ajakan Sesat

12 Februari 2014 Artikel Pendidikan


Dari tahun ke tahun pergaulan anak semakin meresahkan batin para orangtua. Sebagaimana banyak diberitakan di media-media informasi, baik media cetak atau media elektronik, banyak anak yang terjerumus ke dalam jurang kelam bernama pergaulan bebas. Ada saja yang terjadi; seks bebas, narkoba, kebut kebutan, hingga melakukan tindak kriminal lainnya.

Siapakah yang salah? Tentu tak baik untuk saling menyalahkan. Justru sebagai orangtua, agar selalu membiasakan anak-anak kita untuk senantiasa berbuat yang baik-baik saja dan meninggalkan hal yang buruk. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah seharusnya mulai mengerti dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, anak anak tentu kurang memahami hal-hal tersebut.

Oleh sebab itulah, orang tua memiliki peran untuk menasehati dan membimbing anak-anak agar menolak ajakan-ajakan yang sesat dari lingkungan sekitarnya.

Ya, lingkungan sekitar memang kejam. Ada ungkapan bahwa lingkungan pergaulanmu bisa mencerminkan pribadimu juga. Memang masuk akal, jika teman-teman kita baik pun, kita bisa tertular dan ikut menjadi baik juga. Sebaliknya, jika kita bergaul dengan orang-orang yang kurang baik, pasti kita ikut menjadi orang yang kurang baik (paling tidak, kita akan di cap buruk juga).

Selain itu, hal buruk bisa saja terjadi jika kita sebagai orangtua tidak atau kurang waspada. Banyak juga pemberitaan mengenai orang yang diculik atau diperkosa karena mengikuti ajakan orang lain yang tidak terlalu dikenalnya. Terutama setelah munculnya jejaring sosial.

Salah satu dampak buruk juga dirasakan ketika kita merasa berteman dengan orang di dunia maya, padahal ada kemungkinan orang itu memiliki niatan buruk pada kita. Melihat hal itu, tentu penting bagi kita sebagai orang tua untuk sebisa mungkin melindungi anak-anak dari ajakan sesat yang bisa menimbulkan bahaya. bagaimana mengajari anak menolak ajakan sesat?

Memberi pengertian

Berilah pengertian bahwa suatu hal itu buruk dan tidak pantas untuk dilakukan. Usahakan untuk selalu menjelaskan alasan mengapa hal itu dilarang, dan alasan yang bisa diterima oleh anak Anda, sehingga anak Anda pun tidak akan merasa penasaran dan bisa mengerti dan meninggalkan hal buruk tersebut.

Menasehati, bukan memarahi

Sebagai orantua kita harus sebisa mungkin, hindari penggunaan kata ‘jangan’ atau ‘harus’, karena hal tersebut bisa akan menekan si anak dengan terlalu keras. Anak-anak memiliki sifat ingin tahu yang tinggi dan cenderung suka memberontak. Jika dilarang terlalu keras dan terlalu banyak, misalnya dengan bersikap over protektif terhadap anak, anak Anda justru semakin ingin melanggar larangan larangan Anda. Ketika si anak melakukan kesalahan, cobalah untuk menasehati dan bukannya memarahi.

Bila memang harus menghukum pun jangan hukuman yang terlalu keras. Jadilah sosok teman atau sahabat yang bisa mendengarkan keluh kesah anak sehingga anak tidak mencari pelampiasan di tempat lain. Hidup dalam keluarga yang penuh cinta kasih, serta pendidikan yang baik dapat menghindarkan anak Anda dari mengikuti ajakan sesat lingkungan di luar rumah yang tidak bisa terus Anda awasi.

Hindari bicara pada orang asing

Mungkin ini adalah cara paling umum yang diajarkan oleh orang tua pada anaknya. Memang bagus menjadi orang yang mudah berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Akan tetapi sebaiknya Anda menanamkan pelajaran tentang tidak mudah berbicara dengan orang asing, apalagi jika anak Anda masih sangat kecil. Katakan pada buah hati Anda untuk tidak sembarangan mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal. Hal ini berguna untuk menghindari adanya penculikan terhadap anak yang juga semakin marak terjadi.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)