Waspada! Waktu Tidur Pengaruhi Sifat Anak

26 Juli 2018 Artikel Pendidikan


Mungkin diantara kita sering menyepelekan waktu tidur anak, padahal waktu tidur anak sangatlah penting bagi tumbuh kembang, terutama otaknya. Tidur bukan sekedar waktu istirahat bagi mata, melainkan merupakan waktu yang tepat untuk tubuh dan sel-sel otak bekerja dalam proses metabolisme yang mana proses tersebut dapat merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan dalam tubuhnya.

Kuantitas tidur seorang anak memiliki pengaruh terhadap sifat anak. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak-anak yang jam tidurnya lebih banyak akan mempunyai sifat dan perilaku yang baik di sekolah. Anak yang memiliki jam tidur hanya sedikit tidak dapat mengendalikan emosi mereka di sekolah. Mereka jadi mudah marah, sering bersikap impulsif, bahkan mudah menangis.

Penelitian yang dilakukan di McGill University terhadap 34 anak dengan rentang usia antara 7-11 tahun. Dalam penelitian tersebut 34 anak tersebut dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok yang pertama tidur dengan waktu tidur lebih lama satu jam, sedangkan kelompok kedua tidur dengan waktu yang lebih pendek. Hasilnya, menurut laporan para guru, mereka yang tidur lebih lama mampu mengendalikan emosi mereka dengan lebih baik.

Sedangkan menurut laporan National Sleep Foundation, anak-anak yang berusia 5-12 tahun memerlukan waktu tidur sekitar 10-11 jam setiap hari, anak-anak usia pra sekolah membutuhkan waktu tidur 11-13 jam, dan balita membutuhkan sekitar 12-14 jam tidur setiap harinya. Bagaimana dengan tidur anak Anda?

Namun, untuk membentuk anak yang berprestasi, Anda tidak hanya wajib memperhatikan pola tidurnya saja, karena nutrisi dan stimulasi juga menjadi faktor terpenting yang membuat anak menjadi cerdas dan berprestasi. Jadi ketiganya harus memiliki porsi yang seimbang.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)