Waduh, Si Kecil Kecanduan Internet? Ini Cara Mengatasinya!

2 Desember 2019 Artikel Pendidikan


Sekarang ini teknologi sudah semakin canggih. Semua orang sepertinya sudah tersihir dengan kenikmatan yang ditawarkan oleh teknologi. Salah satu yang semakin marak digunakan adalah internet. Ketika kita berinternet dunia terasa berada dalam genggaman kita.

Dengan internet, kita dapat menjelajah ke tempat-tempat yang jauh dalam waktu sekejap. Internet juga memberikan kemudahan bagi kita untuk mengetahui berita terkini yang terjadi di belahan dunia lain.

Semua orang saat ini ‘tergila-tergila’ denga internet. Dari orang dewasa hingga anak - anak. Jika orang dewasa menggunakan internet mungkin masih bisa mengatur waktu dalam penggunaanya. Namun jika si kecil tertarik akan internet, bukan hal yang mudah bagi kita sebagai orang tua untuk menyuruh mereka menghentikan kegiatannya .

Tentunya Anda tidak ingin si kecil kecanduan dengan dunia maya sehingga lupa belajar dan tidak melakukan hal yang lain bukan? Nah, berikut ini adalah kiat yang dapat diterapkan untuk mengatasi anak agar tidak kecanduan dengan internet.

1. Buat Aturan yang Tegas

Seringkali orang tua akan marah ketika melihat anaknya memiliki ketergantungan pada internet. Jika seperti ini, orangtua biasanya akan bersikap otoriter seperti langsung menyingkirkan komputer tanpa persetujuan sebagai bentuk hukuman. Sebagian lagi akan memaksa anak untuk berhenti memakai internet. Mungkin akan efektif namun ketahuilah bahwa cara-cara tersebut tidak akan membuat anak jera, namun justru menganggap kita sebagai musuh dan akibatnya hubungan keluarga menjadi pecah hanya karena permusuhan antara anak dan orangtua.

Untuk menghindari hal itu, cobalah bekerjasama dengan anak layaknya satu tim. Cara yang bisa dilakukan dengan membuat aturan dan batasan yang jelas tentang penggunaan internet. Contohnya, boleh berinternet selama satu jam setiap malam setelah mengerjakan pekerjaan rumah (PR), memberi tambahan waktu berinternet di akhir pekan. Tetap tegas pada aturan yang sudah dibuat dan tempatkan komputer di ruang terbuka sehingga memudahkan mengontrol mereka.

Sudah saatnya kita bisa bersikap tegas terhadap anak namun tidak disarankan untuk bersikap otoriter. Dengan pengawasan berjelajah di dunia maya kepada anak, tentunya akan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penculikan anak yang marak akhir-akhir ini dan pergaulan yang tidak sehat.

2. Cari Tahu Perkaranya

Seorang anak yang kecanduan internet akan merasa terancam saat waktu berinternetnya dibatasi. Sehingga setiap orangtua harus siap dengan letupan emosi yang mungkin akan membuat mereka merasa bersalah. Sebaiknya jangan merespon emosi anak atau apalagi sampai ikut terpancing emosi. Cobalah menyelami perasaan sang anak tetapi tetap fokus pada masalah penggunaan internet anak yang berlebihan.

3. Menjadi ‘Teman Bicara’ yang Baik bagi Anak

Tunjukkan kalau kita mencintainya dan peduli pada kebahagiaan mereka. Jika anak Anda sedang bercerita mengenai apa yang dia alami , dengarkan dengan seksama. Terlebih jika di sedang bercerita mengenai kesenangannya dalam berinternet. Jangan langsung memarahi mereka.

Lebih bijak jika mengatakan bahwa kita melihat beberapa perubahan pada kebiasaan mereka seperti: mudah lelah, berkurangnya minat terhadap hobi yang biasanya dilakukan, menarik diri dari lingkungan sosial dan sebagainya. Buatlah kesepakatan jadwal waktu berinternet. Ingatkan mereka memantau kebiasaan berinternet lebih sulit dibanding memantau mereka saat menonton televisi. Karena itu butuh kerjasama anak dan orangtua. Beri keleluasaan pada anak untuk mengatur sendiri waktu berinternet selama beberapa minggu untuk membangun kepercayaan dengan anak.

4. Siapkan Diri dengan Pengetahuan Internet & Komputer

Sebagai orangtua harus meng-update diri dengan pengetahuan internet dan komputer, termasuk cara-caranya. Memang cara ini agak rumit namun demi anak kenapa tidak? Periksa history folder dan internet log, pelajari software monitoring, dan cara menginstal dan mengoperasikan software filtering. Dengan berbekal pengetahuan, setidaknya kita tahu apa topik yang disukai anak di internet, apa yang dilakukan anak selama online dan situs apa saja yang sering mereka buka.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)