Waduh, Banyak Peserta SNMPTN Bingung Soal TPA!

2 Juli 2009 Artikel Pendidikan


GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Universitas Kyung Won, Korea Selatan, memberikan pendampingan kepada masyarakat Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk membantu mempercepat pembangunan daerah pedesaan di kabupaten tersebut.

"Kami gembira dengan pemberian bantuan sosial dan pendampingan dari mahasiswa, dosen serta pemerintah provinsi Gyeongsanbuk-Do Korea Selatan kepada masyarakat Gunungkidul," kata staf ahli Gubernur DIY Bayudono dalam pembukaan acara 'The Youth Saemaul Overseas Service 2009' di Wonosari, Rabu (1/7).

Dia mengatakan program sister city dengan pendampingan pembangunan oleh para mahasiswa Korea selatan itu akan berlangsung hingga 11 Juli, dengan proyek yang akan digarap adalah Desa Kampung, Kecamatan Ngawen dan Desa Pacarejo Kecamatan Semanu. Program kerja sama yang dijalin oleh pemerintah DIY dengan Provinsi Gyeongsanbuk-Do Korea Selatan itu untuk bisa bertukar pengalaman mengenai penerapan model percepatan pembangunan desa.

Sementara itu, pimpinan Universitas Kyung Won Park Yaung Min menyatakan bahwa program ini diharapkan mampu memperkuat hubungan Korea Selatan dan Indonesia. Selain itu, kata dia, beberapa model pembangunan pedesaan yang dilakukan Korea Selatan pada 1970-an dapat diadaptasi oleh pemerintah Indonesia untuk diterapkan pada pembangunan desa-desa tertinggal.

"Program pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan di Korea Selatan dinamakan saemaul undong, dalam program ini kami menitikberatkan pada tiga hal pokok yaitu kegotongroyongan dalam melakukan pembangunan, kemandirian serta semangat kerja antara pemerintah dan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, selama sebelas hari di Gunungkidul, mahasiswa Korea Selatan ini akan melakukan bakti sosial, perbaikan sarana pendidikan, pelayan kesehatan, pendampingan pengenalan pembangunan desa, penelitian sumber mata air dan pemberian peralatan belajar bagi siswa sekolah dasar.

sumber: antara