Tsundoku, Hobi Membeli Banyak Buku Tanpa Membacanya

21 Februari 2015 Artikel Pendidikan


Pernahkah Anda menyadari bahwa sangat banyak sekali buku yang dibeli tapi hanya beberapa saja dibaca? Tenang, tidak hanya Anda yang mengalami fenomena seperti ini. Dalam istilah psikologi, fenomena ini disebut tsundoku. Dalam bahasa Jepang, Tsundoku (tsun-doku) berasal dari kata ‘tsunde-oku’ artinya menumpuk dan meninggal, dan ‘dokusho’ artinya membaca buku.

Tsundoku menjadi sebutan bagi orang yang membeli banyak buku tapi tidak membacanya. Bagi sebagian orang, hal ini bisa menjadi masalah.

Frank Rose, seorang lelaki tua asal Amerika, mengalami masalah tsundoku ini. Ia membeli banyak buku setelah ia pensiun sebagai pegawai negeri. Ia mengaku akan membaca buku - buku tersebut saat ia pensiun.

"Saya membeli semuanya, sehingga saya dapat membacanya ketika saya pensiun," kata Rose.

Sebelumnya Rose berniat untuk menyumbangkan 13.000 bukunya untuk Perpustakaan Dimick setelah meninggal nanti. Namun ternyata Rose memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama. Akhirnya ia menyumbangkan buku - bukunya pada Perpustakaan Dimick sebanyak 500 boks.

Lain dengan Rose, penulis dan kritikus, Rachel Kramer Bussel, mengatasi masalah tsundoku-nya dengan cara yang berbeda. Bussel mendonasikan ratusan bukunya ke berbagai toko buku, namun ia masih menyimpan lebih dari 2.000 buku.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)