Tips Penting Menyalurkan Emosi Anak

16 Oktober 2014 Artikel Pendidikan


Sebagaimana orang dewasa, sebenarnya anak-anak pun memiliki emosi. Emosi adalah sesuatu yang lumrah dan wajar dimiliki semua orang, termasuk anak-anak dan bahkan sejak mereka bayi, mereka sudah memiliki emosi. Hal ini membuat orang tua dituntut menjadi sabar dan cerdas dalam menghadapi kondisi tersebut. Perhatian dan juga cara yang tepat dalam menghadapi anak dengan kondisi emosi yang belum stabil juga perlu diperhatikan. Salah-salah dalam menghadapinya malah akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak.

Dengan alasan itulah, ibu dituntut untuk menjadi seorang perempuan pintar dan sabar yang dapat memberikan dampak baik pula bagi perkembangan emosi anak. Kunci yang perlu dilakukan oleh seorang ibu atau orangtua ialah dengan membantu anak untuk mampu mengontrol emosinya. Di situlah peran orangtua, terutama perempuan sebagai seorang ibu, dalam perkembangan emosi buah hati, terlebih anak dibawah lima tahun.

Beberapa tips dan caranya antara lain:
*. Mulailah dari sikap orangtua.
*. Latihlah mereka dalam memahami emosinya.
*. Berikan contoh dan juga ajaran akan perilaku yang terpuji dan baik.
*. Hindari bersikap keras dan kasar.
*. Latihlah mereka dalam menyalurkan emosi.

Dengan cara-cara yang sederhana di atas, dapat membantu anak mengontrol emosinya serta menyalurkan emosinya ke arah yang lebih positif. Hal penting yang perlu dilakukan orangtua ialah memberikan contoh dengan cara menjaga emosi saat berinteraksi dengan lingkungan. Dengan demikian, anak pun akan mencontohnya. Berikan pengertian pula pada anak dalam memahami emosi yang ada. Berikan pemahaman bahwa emosi yang ada merupakan tanggung jawab seutuhnya bagi mereka sendiri.

Emosi tersebut pun dapat bersifat sangat rumit hingga berdampak merugikan bagi diri mereka sendiri. Tentu saja memahami emosi bukan hal mudah, tetapi melatihnya sejak dini akan jauh lebih baik. Berikan pengertian pada buah hati bahwa emosi perlu disalurkan secara benar dan baik, yakni dengan menghindari perilaku buruk. Salah satu contohnya ialah saat ia menginginkan sesuatu tidak harus diekspresikan dengan jeritan maupun tangisan. Saat buah hati dapat mengaplikasikannya dan berbuat baik, berikan pujian kepadanya.

Selalu bangun komunikasi yang baik dengan buah hati. Ajak dia berdiskusi akan berbagai hal. Meskipun Anda merasa lelah, jangan biarkan Anda bersikap dan bertutur kasar dan keras kepadanya. Memberitahunya secara tegas dapat dilakukan, namun tetap lakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)