Tips Menyiapkan Anak Kembali Semangat Belajar Usia Liburan

4 Juli 2017 Artikel Pendidikan


Liburan sekolah memang merupakan saat yang menyenangkan bagi anak-anak, karena setelah kegiatan sekolah yang padat dengan belajar dan aktivitas terkait lainnya, anak-anak bisa memiliki waktu liburan yang bisa diisi dengan yang mereka sukai. Liburan biasanya diisi dengan bersantai dirumah maupun pergi berwisata kesuatu tempat. Tidak jarang juga keluarga meluangkan waktu untuk mengunjungi sanak saudara maupun kerabat saat liburan sekolah. Namun, liburan sekolah yang menyenangkan ternyata tidak selalu menimbulkan efek positif saat anak harus memulai hari pertama sekolah kembali setelah liburan panjang. Ini bisa dimaklumi karena, setelah sebelumnya menghabiskan hari-hari dengan belajar, liburan mereka jadikan kesempatan untuk menciptakan kebiasaan yang menggantikan rutinitas belajar mereka.

Liburan, dengan kata lain, bukan lagi berdampak sebagai jeda untuk membuat belajar lebih giat, tapi malah seperti bumerang. Alih-alih semangatnya naik, energi para siswa, bahkan mahasiswa, justru turun setelah liburan pergantian semester. Sebagai guru, ini adalah masalah yang lazim dihadapi, namun bukan berarti mudah untuk diatasi. Segera setelah kembali, para murid harus segera kembali dimotivasi.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kembali semangat belajar usai liburan:
1. Teman-teman sekolah
Dengan mengingatkan teman-teman sekolah sekolah bisa membuat anak bersemangat kembali ke sekolah. Jika lingkungan dan hubungan sosial buah hati dengan teman-teman sekolahnya cukup baik, akan ada rasa rindu bertemu teman-temannya itu. Terlebih setelah liburan panjang, anak telah menyimpan banyak pengalaman yang bisa diceritakan pada teman-temannya.

2. Berbagi cerita liburan.
Apa yang dilakukan selama liburan? Gunakan keinginan siswa untuk bercerita tentang liburan mereka sebagai dasar untuk kegiatan pendidikan. Dapat juga dibuat kompetisi bercerita, atau menulis, atau bahkan dalam bentuk yang lebih kreatif lagi. Misalkan menjadikannya sebuah film pendek. Tujuan dari kegiatan ini adalah membuka jalur komunikasi dan menjadikan siswa kembali mengaktifkan otak mereka. Ini semacam pemanasan, sebelum mereka masuk waktu-waktu belajar seperti biasanya.

3. Bicarakan masa depan anak.
Dengan melakukan ini, para murid seolah diingatkan kembali mengenai hari-hari mendatang. Zona nyaman seringkali muncul ketika kita terlalu menikmati hari ini. Akan tetapi, barangsiapa yang mengingat seperti apa dia ingin menjadi, zona tidak nyaman otomatis muncul. Belajar, kerapkali diasumsikan sebagai sesuatu yang mengganggu kesenangan. Memaksa dan membuat mereka tidak bisa bersantai menikmati keadaan. Belajar baru menjadi hal yang menyenangkan, semangat dilakukan, ketika murid-murid tersebut sadar untuk apa dia belajar?

4. Beri penghargaan.
Pastikan Anda memiliki sistem penghargaan untuk tugas-tugas yang Anda berikan kepada murid. Entah itu sebuah sertifikat sekolah standar, program penghargaan, bonus kecil-kecilan, atau ciptakan piala Anda sendiri. Setidaknya, hari-hari pertama masuk sekolah dapat menjadi sesuatu yang sama atau bahkan lebih menyenangkan dari liburan mereka.

Pada umumnya, konsekuensi dari liburan panjang adalah anak menjadi malas untuk mulai masuk sekolah dan menjalankan aktifitas rutin. Agar penyesuaian ini tidak terlalu lama maka peran orang tua disini sangat penting. Dukungan awal, terutama dukungan emosional dari orangtua dapat membuat anak lebih siap secara psikologis dalam menghadapi tugas-tugas sekolah. Selamat memasuki hari-hari baru Anda dengan penuh semangat dan sikap positif.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)