Tips Menumbuhkan Kemampuan Dasar Anak Usia Pra Sekolah

23 Januari 2014 Artikel Pendidikan


Sesuai dengan perkembangan jaman yang menuju ke arah era globalisasi dalam segala bidang tentunya juga berpengaruh terhadap pola pikir anak usia pra sekolah agar mampu mengantisipasi perubahan jaman yang begitu cepat. Masa anak usia dini 0-6 tahun sering disebut dengan istilah golden age. Pada masa emas ini hampir seluruh potensi anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Untuk itu asupan bergizi dan stimulasi yang intensif dari orangtua sangat dibutuhkan, terutama saat mulai memasuki usia pra sekolah. Apabila anak mendapatkan dua hal tersebut dengan maksimal, maka tumbuh kembangnya pun akan optimal.

Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara menyiapkan anak usia pra sekolah mempunyai wawasan dan pola pikir positif dan bagaimana pula peran orang tua, masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan dalam memumbuhkan pola pikir anak usia pra sekolah yang mandiri dan kreatif serta tahapan-tahapan apa saja yang diperlukan agar tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai.

Berikut beberapa tahapan yang perlu dilatih pada anak di usia pra sekolah:
1.Kemampuan motorik halus
Adalah kemampuan anak untuk mengontrol kelenturan jemari tangan dan kaki. Dapat dilihat dari kemampuan anak menyentuh serta meraih benda, mencoret, melipat, memasukan benda atau makanan ke dalam mulut, memainkan piano, dan sebagainya. Orangtua dapat menstimulasi motorik halus anak lewat kegiatan menulis, menggambar, mewarnai, menggunting kertas dan plastik, menyisir rambut serta berpakaian sendiri.

2.Kemampuan motorik kasar
Kemampuan ini membuat anak dapat mengontrol gerakan tubuh yang mencakup gerakan otot besar. Perkembangan motorik kasar anak terlihat dari kemampuannya melompat, berjalan cepat, mengendarai sepeda, berenang, memanjat,dan sebagainya. Orangtua dapat melatih motorik kasar anak melalui kegiatan fisik seperti olahraga atau aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di rumah seperti membimbing anak saat mandi,memegang sendiri gelas plastik berisi air minum, sampai mengajak anak menari mengikuti irama lagu.

3.Kemampuan bahasa
Perkembangan kemampuan bahasa terkait erat dengan perkembangan kemampuan membaca anak di kemudian hari. Pada usia pra sekolah ajak anak membaca bersama sesering mungkin untuk menumbuhkan minat bacanya dan memperluas kosakatanya. Bangun pula interaksi saat berkomunikasi dengan cara memandang anak dengan senyuman, serta gunakan kata singkat dan mudah dipahami..

4.Kemampuan kognitif
Yaitu kemampuan untuk memproses, menginterpretasikan dan menganalisa masalah yang diperolehnya melalui panca indera. Dengan kemampuan ini anak akan mampu mencari solusi atau menyelesaikan masalah.

5.Kemampuan merasakan dan mengontrol emosi
Di usia pra sekolah anak diharapkan telah mampu mengenali, mengekspresikan, dan mengontrol perasaannya. Aspek emosi anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Emosi yang diekspresikan anak akan sesuai dengan rangsangan emosi yang diterima anak. Jika anak mendapatkan curahan kasih sayang, anak akan belajar untuk menyayangi.

6.Kemampuan sosial
Dengan mengembangkan kemampuan sosial,akan meningkat juga kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan,seperti menerima peraturan,memiliki empati dan rasa percaya diri. Keterampilan sosial diperlukan anak sebagai dasar menuju individu yang mandiri. Sesering mungkin, libatkan anak dalam aktifitas bersama dengan anggota keluarga maupun teman sebayanya. Biasakan pula untuk mengajarkan anak mengucapkan tolong saat membutuhkan bantuan pada orang lain serta berbagi mainan kesayangan pada teman atau saudara.

Untuk anak usia pra sekolah dapat pula dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan sesuai dengan tingkat perkembangan umurnya dan orang tua tentunya harus mampu mendampingi anak dengan baik agar anak dapat berkembang secara optimal.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)